Logo

Cara Menjaga Stamina Saat Banyak Kegiatan Agustusan

Tubuh yang aktif tetap membutuhkan jeda, terutama ketika jadwal perayaan mulai padat.
Reporter:,Editor:

Kamis, 06 August 2026 00:00 UTC

Cara Menjaga Stamina Saat Banyak Kegiatan Agustusan

Ilustrasi: Tetap Bugar Agustusan. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Stamina saat Agustusan mudah terkuras ketika aktivitas warga bertambah dalam waktu berdekatan. Ada kerja bakti, latihan lomba, jalan sehat, rapat lingkungan, sampai kegiatan yang berlangsung selepas jam kerja.

 

Di Surabaya, kesibukan semacam ini terasa akrab menjelang 17 Agustus. Gang mulai dihiasi merah putih, lapangan lingkungan kembali ramai, sementara warga sering harus berpindah cepat dari rutinitas harian menuju kegiatan kampung.

 

Masalahnya, tubuh tidak otomatis siap mengikuti perubahan ritme tersebut. Seseorang yang sehari-hari lebih banyak duduk bisa mendadak aktif beberapa jam selama akhir pekan.

 

 

 

Agustusan Bisa Jadi Momen Tubuh Kembali Aktif

 

Ada sisi positif dari kesibukan tersebut. Aktivitas seperti jalan kaki, membersihkan lingkungan, senam bersama atau permainan kelompok membuat tubuh lebih banyak bergerak.

 

Kebutuhan ini cukup relevan jika melihat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat 37,4 persen penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun masih kurang melakukan aktivitas fisik. Alasan terbesar adalah tidak memiliki waktu, yang mencapai 48,7 persen, disusul rasa malas 32,6 persen. 

 

Jadwal Agustusan sebenarnya membuka kesempatan untuk memutus rutinitas sedentari tersebut. Orang yang jarang berolahraga bisa mendapatkan aktivitas tambahan tanpa harus datang ke pusat kebugaran.

 

Namun, mendadak aktif berbeda dengan membangun kebugaran secara bertahap. Memaksakan tubuh mengikuti seluruh agenda justru dapat membuat hari berikutnya terasa berat.

 

 

 

Jangan Menghabiskan Tenaga dalam Satu Hari

 

Pedoman aktivitas fisik memberi gambaran bahwa tubuh tidak perlu dipaksa bekerja ekstrem untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

 

World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas berat. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu. 

 

Kementerian Kesehatan menggunakan rentang serupa. Bahkan, 150 menit tersebut dapat dibagi menjadi sekitar 30 menit selama lima hari sehingga aktivitas tidak menumpuk pada satu kesempatan. 

 

Prinsip ini berguna untuk membaca jadwal Agustusan. Jika pagi sudah mengikuti jalan sehat dan siang masih harus memasang dekorasi kampung, lomba yang membutuhkan banyak tenaga tidak harus diikuti semuanya.

 

Stamina lebih mudah dipertahankan ketika tenaga dibagi. Sesederhana memilih kapan ikut aktif dan kapan menjadi penonton.

 

 

 

Tubuh Perlu Pemanasan Sebelum Lomba Dimulai

 

Suasana lomba sering membuat orang lupa bahwa tubuhnya sudah lama tidak melakukan gerakan tertentu. Tarik tambang, balap karung atau pertandingan olahraga dadakan dapat melibatkan gerakan cepat yang jarang dilakukan pada hari kerja.

 

Kementerian Kesehatan memasukkan pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan sebagai komponen yang perlu diperhatikan ketika melakukan latihan fisik. 

 

Pemanasan beberapa menit membantu tubuh berpindah dari keadaan relatif santai menuju aktivitas yang lebih intens. Setelah selesai, intensitas juga sebaiknya diturunkan secara bertahap.

 

Ini terasa sepele ketika peserta sudah dipanggil panitia dan teman-teman mulai bersorak. Namun, mengejar waktu lima menit dengan melewatkan persiapan tubuh bukan pertukaran yang terlalu menguntungkan.

 

Anak-anak pun membutuhkan perhatian berbeda. WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun memperoleh rata-rata 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. 

 

Mereka memang cenderung lebih aktif, tetapi tetap membutuhkan istirahat ketika kegiatan berlangsung panjang.

 

 

 

Cuaca Surabaya Ikut Menentukan Ritme

 

Ada faktor yang sulit diabaikan ketika kegiatan berlangsung di Surabaya: panas dan kelembapan. Prakiraan BMKG untuk sejumlah kecamatan Surabaya pada periode awal Agustus memperlihatkan suhu siang dapat berada sekitar 29–32 derajat Celsius, dengan kondisi yang berbeda menurut wilayah dan waktu. 

 

Itu membuat pemilihan jam kegiatan cukup penting. Lomba yang membutuhkan banyak gerak lebih nyaman ditempatkan pagi atau sore dibanding memusatkan seluruh pertandingan pada tengah hari.

 

Air minum juga sebaiknya tersedia dekat area kegiatan. Warga yang sibuk menjadi panitia sering justru paling mudah lupa minum karena berpindah dari satu urusan ke urusan lain.

 

Ada tanda-tanda tubuh yang sebaiknya tidak dinegosiasikan. Pusing, mual, lemas berlebihan, sakit kepala atau rasa tidak nyaman saat beraktivitas merupakan alasan masuk akal untuk berhenti dan beristirahat. Keluhan berat atau menetap perlu mendapatkan pertolongan medis.

 

 

 

Stamina Dibangun Sebelum Hari Perlombaan

 

Persiapan terbaik justru dilakukan beberapa hari sebelumnya. Jalan kaki, latihan ringan, serta tidur yang memadai lebih masuk akal daripada mencoba meningkatkan kebugaran secara drastis sehari menjelang lomba.

 

Hal tersebut juga sesuai dengan pesan besar WHO bahwa semua gerakan dapat berkontribusi terhadap aktivitas fisik. Berjalan, bersepeda, aktivitas rekreasi sampai pekerjaan rumah termasuk bagian dari kehidupan aktif. 

 

Jadi, warga tidak perlu menunggu jadwal olahraga khusus. Berjalan menuju rumah tetangga saat rapat panitia, membantu membersihkan lingkungan atau memasang dekorasi sudah membuat tubuh bergerak.

 

Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, kemampuan fisik tentu tidak bisa disamakan dengan peserta lain. Memilih kegiatan yang sesuai jauh lebih penting daripada mengejar gengsi memenangkan lomba.

 

Agustusan di Surabaya memang sering padat. Sore memasang umbul-umbul, malam rapat warga, akhir pekan sudah ada senam dan perlombaan. Justru karena acaranya banyak, tenaga perlu disimpan agar tubuh masih nyaman ketika sampai pada puncak perayaan.

 

Stamina saat Agustusan pada dasarnya lebih mudah dijaga dengan kebiasaan sederhana: bergerak bertahap, memberi tubuh waktu beristirahat, memperhatikan cuaca, cukup minum, serta tidak memaksakan diri mengikuti semua kegiatan.

 

Lomba boleh selesai dalam beberapa menit. Badan tetap harus dipakai bekerja lagi keesokan paginya.