Logo

Kebiasaan Mengucek Mata Bisa Membawa Risiko

Rasa gatal mungkin hanya berlangsung sesaat, tetapi tangan yang langsung menuju mata belum tentu dalam kondisi bersih.
Reporter:,Editor:

Jumat, 18 September 2026 08:00 UTC

Kebiasaan Mengucek Mata Bisa Membawa Risiko

Ilustrasi: Tangan jauh dari mata. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Kebiasaan mengucek mata terasa sangat spontan. Mata gatal, terkena debu, mengantuk, atau terasa mengganjal sering membuat tangan bergerak ke wajah tanpa banyak dipikirkan.

Padahal, tangan menyentuh banyak permukaan sepanjang hari. Centers for Disease Control and Prevention atau CDC mengingatkan kuman pada tangan dapat masuk melalui mata, hidung, dan mulut ketika seseorang menyentuh wajah. 

Mengucek mata bukan berarti pasti menyebabkan penyakit. Namun, kebiasaan ini layak dikurangi, terutama ketika tangan belum dicuci, mata sedang mengalami iritasi, atau seseorang menggunakan lensa kontak.

 

Tangan Menjadi Jalur Kuman Menuju Mata

Dalam keseharian, tangan berpindah dari ponsel ke gagang pintu, meja, uang, kendaraan, dan berbagai benda lainnya. Setelah itu, tanpa sadar jari bisa kembali menyentuh wajah.

Mata memiliki permukaan yang sensitif. Kontak tangan yang tidak bersih dapat membawa mikroorganisme maupun kotoran ke area tersebut.

CDC menjelaskan konjungtivitis akibat virus dan bakteri dapat menular dengan mudah. Salah satu jalurnya adalah menyentuh benda atau permukaan yang mengandung kuman, kemudian menyentuh mata sebelum mencuci tangan. 

Karena itu, CDC menganjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air setidaknya selama 20 detik untuk membantu mencegah penyebaran konjungtivitis. Organisasi tersebut juga menyarankan agar mata tidak disentuh atau digosok dengan jari ketika sedang mengalami infeksi. 

Angka 20 detik terdengar sederhana. Namun, kebiasaan mencuci tangan menjadi lebih bermakna ketika dilakukan sebelum tangan mendekati area mata.

 

Mata Gatal Tidak Selalu Berarti Harus Dikucek

Dorongan mengucek biasanya muncul karena ada rasa tidak nyaman. Penyebabnya dapat beragam, mulai dari mata kering, alergi, debu, benda asing, hingga iritasi.

CDC mencatat polusi udara dalam dan luar ruangan seperti asap, debu, uap, serta bahan kimia dapat menjadi penyebab iritasi yang berkaitan dengan konjungtivitis. Alergen seperti tungau debu, jamur, bulu hewan, dan serbuk sari juga dapat memicu keluhan mata. 

Artinya, mengucek hanya merespons rasa tidak nyaman tanpa mengetahui pemicunya.

Kebiasaan ini juga mudah terjadi ketika seseorang sedang lelah. Setelah bekerja lama, membaca, berkendara, atau menatap layar, menggosok area mata terasa seperti cara tercepat mendapatkan rasa lega.

Pilihan yang lebih aman adalah menghentikan aktivitas sejenak dan mencari penyebabnya. Bila hanya lelah, menutup mata beberapa saat dapat memberi kesempatan untuk beristirahat tanpa gesekan tangan.

CDC juga menyebut tetes mata dapat digunakan untuk membantu mata kering. Namun, keluhan yang menetap tetap perlu diperiksa agar penanganannya sesuai penyebab. 

 

Pengguna Lensa Kontak Perlu Lebih Berhati-hati

Perhatian terhadap kebersihan tangan menjadi semakin penting bagi pengguna lensa kontak. Pasalnya, jari memang harus berada sangat dekat dengan permukaan mata ketika lensa dipasang atau dilepas.

CDC menegaskan lensa kontak merupakan perangkat medis dan penggunaannya tidak sepenuhnya bebas risiko. Perawatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi mata, termasuk keratitis atau peradangan pada kornea. 

Salah satu bentuk yang serius adalah microbial keratitis. Kondisi ini terjadi ketika kuman seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit menyerang kornea. Pada kasus berat, infeksi dapat menyebabkan kehilangan penglihatan bahkan memerlukan transplantasi kornea. 

Karena itu, CDC menganjurkan tangan dicuci menggunakan sabun dan air sebelum menangani lensa kontak. Tangan juga perlu dikeringkan menggunakan kain bersih sebelum menyentuh lensa. 

Tempat penyimpanan lensa pun memiliki aturan kebersihan. CDC merekomendasikan wadah lensa kontak diganti setidaknya setiap tiga bulan. 

Air biasa juga bukan pengganti cairan khusus lensa. CDC menjelaskan air dapat membuat lensa kontak lunak berubah bentuk, membengkak, dan menempel pada mata. Kondisi tersebut berpotensi menggores kornea sehingga mempermudah kuman masuk. 

 

Kebersihan Wajah Punya Dampak Lebih Luas

Menjaga tangan menjauh dari mata sebenarnya merupakan bagian dari kebiasaan kesehatan yang lebih besar. Kebersihan wajah dan tangan membantu membatasi perpindahan mikroorganisme.

Dampaknya terlihat jelas dalam pengendalian penyakit mata tertentu. WHO menjelaskan trachoma, penyakit mata akibat bakteri Chlamydia trachomatis, dapat menyebar melalui kontak personal, termasuk tangan, pakaian, alas tidur, dan permukaan keras yang terkontaminasi cairan mata atau hidung. 

Skalanya masih besar secara global. Berdasarkan data Maret 2026 yang dirangkum WHO, sekitar 92 juta orang tinggal di wilayah endemis trachoma dan menghadapi risiko kebutaan akibat penyakit tersebut. 

Trachoma diperkirakan bertanggung jawab terhadap kebutaan atau gangguan penglihatan pada sekitar 1,9 juta orang. WHO juga mencatat penyakit tersebut menyumbang sekitar 1,4 persen dari seluruh kebutaan di dunia. 

Pada 2025, sebanyak 47,4 juta orang mendapatkan antibiotik untuk penanganan trachoma. Sekitar 98.829 orang juga menjalani tindakan bedah untuk stadium lanjut penyakit tersebut. 

Data global tersebut tentu tidak berarti setiap kebiasaan mengucek mata akan menyebabkan trachoma. Pesannya lebih sederhana: kebersihan tangan dan wajah memang mempunyai peran nyata dalam kesehatan mata.

 

Saat Mata Merah Tidak Cukup Hanya Dibiarkan

Sesekali menyentuh area mata mungkin sulit dihindari. Yang lebih penting adalah tidak menjadikan mengucek sebagai respons otomatis setiap kali muncul rasa gatal atau tidak nyaman.

Jika memang harus menyentuh area sekitar mata, membersihkan tangan terlebih dahulu merupakan langkah sederhana. Pengguna lensa kontak perlu lebih disiplin karena kontak jari dengan mata menjadi bagian dari rutinitas harian.

Keluhan tertentu juga sebaiknya tidak ditangani dengan terus menggosok mata. CDC menganjurkan pemeriksaan ke tenaga kesehatan mata ketika muncul penurunan penglihatan, nyeri mata, cairan atau kemerahan pada mata, penglihatan ganda, kilatan cahaya, atau gangguan visual lainnya. 

Bagi pengguna lensa kontak, mata merah, nyeri yang memburuk, sensitif terhadap cahaya, pandangan tiba-tiba kabur, atau keluarnya cairan juga memerlukan perhatian segera. CDC menyarankan lensa dilepas dan tenaga kesehatan mata segera dihubungi ketika gejala tersebut muncul. 

Kebiasaan mengucek mata akhirnya terlihat seperti persoalan kecil, tetapi perubahan perilakunya juga tidak membutuhkan langkah rumit. Cuci tangan, jangan buru-buru menggosok mata, dan cari tahu penyebab rasa tidak nyaman.

Dalam rutinitas yang dipenuhi layar, debu, kendaraan, dan permukaan publik, menjaga tangan tetap bersih sekaligus menjauh dari mata merupakan kebiasaan sederhana yang layak dipertahankan.