Logo

Rabat Beton PISEW Rp500 Juta di Sampang Retak

Reporter:,Editor:

Senin, 19 October 2026 06:30 UTC

Rabat Beton PISEW Rp500 Juta di Sampang Retak

Rabat beton program PISEW di Desa Jrangoan dan Napo Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang yang masih dalam proses pengerjaan mengalami keretakan, Minggu, 18 Oktober. Foto: Zainal Abidin/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Sampang –  Sejumlah bagian jalan rabat beton dalam proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Desa Jrangoan dan Napo Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang mengalami keretakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu, 18 Oktober 2026, keretakan terlihat di sejumlah titik, terutama pada bagian sambungan beton yang telah mengering. Proyek senilai Rp500 juta itu dilaporkan baru mencapai progres pengerjaan sekitar 70–80 persen.

Ahmad Zaini, tenaga Fasilitator Masyarakat (FM), mengatakan proyek tersebut mencakup pembangunan jalan rabat beton sepanjang 470 meter dan tembok penahan tanah (TPT) atau plengsengan sepanjang 300 meter.

“Sampai saat ini progres pembangunan kurang lebih sudah 70–80 persen,” kata Zaini saat dikonfirmasi, Senin, 19 Oktober 2026.

Proyek yang mulai dikerjakan pada 10 Agustus 2026 itu ditargetkan rampung pada 7 Desember mendatang. Pelaksanaannya dilakukan Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (POKMAS KAD) Maju Bersama dengan melibatkan warga Desa Jrangoan dan Napo Daya.

Dari sisi spesifikasi, Zaini menyebut jalan rabat beton menggunakan beton siap pakai atau ready mix dengan mutu K-225. Ketebalan beton rata-rata 15 sentimeter, sedangkan lebar jalan bervariasi antara satu hingga 2,5 meter, menyesuaikan kondisi lapangan.

Ia menjelaskan, sambungan beton atau dilatasi dibuat menggunakan lembaran tripleks yang dipasang setiap jarak sekitar lima meter sebagai pembatas ant bagian pengecoran.

Zaini mengakui terdapat bagian pengecoran yang mengalami keretakan. Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan kendala saat melepas tripleks pembatas ketika beton sudah terlalu kering.

“Kalau cornya terlalu kering, maka tripleks pembatas tidak bisa dilepas. Tetapi, kami sudah minta agar cor yang retak diperbaiki dan dirapikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Mustofa yang disebut sebagai pelaksana proyek belum memberikan keterangan terkait keretakan tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum berhasil, sedangkan pesan WhatsApp yang dikirimkan belum mendapat respons.