Sabtu, 17 October 2026 12:22 UTC

Petugas tengah melakukan evakuasi jenazah korban tenggelam di Kalimireng, Kecamatan Manyar, Gresik di hari kedua pencarian, Sabtu, 17 Oktober 2026. Foto: Polres Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Tim pencarian gabungan menemukan jenazah Agung Arif Arimbawa, 23, pemancing yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kalimireng, Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Petugas menemukan korban pada hari kedua pencarian, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Korban merupakan warga Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ia diduga tenggelam setelah berusaha mengambil pancing yang tersangkut pada rumpon di sungai.
Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita mengatakan, tim menemukan jenazah korban sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian.
“Jenazah ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujar I Nyoman Ardita saat dikonfirmasi sesaat setelah penemuan jenazah korban.
Sebelumnya, warga melaporkan Agung tenggelam pada Jumat, 16 Oktober 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Lokasi kejadian berada di tepi Sungai Kalimireng, tidak jauh dari jembatan Kalimireng.
Saat memancing, korban diduga mendapati kailnya tersangkut rumpon. Ia kemudian turun ke sungai dan berenang untuk mengambil pancing tersebut.
Namun, kondisi air yang sedang pasang serta arus yang cukup kuat diduga membuat korban terseret. Korban juga diperkirakan tidak menguasai kondisi medan di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian pada hari kedua melibatkan tim gabungan dari Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Polsek Manyar, pemerintah desa, Rukun Nelayan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) desa.
Setelah ditemukan, petugas mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum.
AKP I Nyoman Ardita mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika air pasang dan arus mengalir deras.
Imbauan serupa disampaikan Kuntari, nelayan yang sehari-hari mengantar pemancing di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa arus Sungai Kalimireng terkadang cukup kuat, sementara keberadaan rumpon juga berpotensi membahayakan pemancing.
"Memang terkadang arus di sungai ini kencang, lagi pula banyak rumpon-rumpon berasal dari pohon Bakao besar yang tumbang di kedalaman sungai," katanya.
Kuntari mengingatkan para pemancing agar tidak langsung berenang ke sungai ketika kail tersangkut. Menurutnya, pemancing perlu mengutamakan keselamatan dan menghindari risiko terseret arus hanya untuk mengambil pancing.
