Minggu, 18 October 2026 12:29 UTC

Aksi Bonek untuk menyuarakan hentikan pembakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Minggu, 18 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet
JATIMNET.COM, Surabaya – Bonek dan Bonita memanfaatkan pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu, 18 Oktober 2026, untuk menyuarakan kepedulian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Para suporter membentangkan sejumlah spanduk berisi ajakan menghentikan pembakaran hutan dan lahan. Mereka juga mengingatkan masyarakat tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap keselamatan manusia.
Beberapa pesan yang terlihat di tribun stadion antara lain “Save Kalimantan”, “Hentikan Pembakaran Hutan dan Lahan”, “Merusak Bumi = Membunuh Manusia #SaveHutanIndonesia”, serta “Terbakar/Dibakar All Eyes on Karhutla”.
Melalui pesan-pesan tersebut, Bonek dan Bonita mengajak publik memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan karhutla. Mereka menggunakan momentum pertandingan sepak bola untuk menyampaikan isu lingkungan kepada masyarakat yang lebih luas.
Spanduk bertuliskan “Merusak Bumi = Membunuh Manusia” menekankan bahwa kerusakan hutan bukan sekadar persoalan hilangnya tutupan vegetasi. Dampaknya juga berkaitan dengan keselamatan manusia dan kualitas hidup masyarakat yang menghadapi konsekuensi kerusakan lingkungan.
BACA: Miguel Pereira Cetak Brace, Persebaya Selamat dari Kekalahan Lawan PSS Sleman di GBT
Sementara itu, pesan “Save Kalimantan” dan “All Eyes on Karhutla” mengajak masyarakat tidak mengabaikan kebakaran hutan dan lahan. Kampanye tersebut sekaligus menyoroti pentingnya pencegahan agar kerusakan lingkungan serupa tidak terus berulang.
Bonek Galang Donasi Masker untuk Masyarakat Terdampak Karhutla
Selain membentangkan spanduk, Bonek menggalang donasi masker untuk membantu masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Gerakan kemanusiaan bertajuk “One Man One Mask” itu mulai disuarakan bertepatan dengan pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion GBT.
Melalui gerakan tersebut, Bonek mengajak suporter dan masyarakat ikut menyumbangkan masker bagi warga yang membutuhkan perlindungan pernapasan dari paparan asap karhutla. Masker yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Aksi tersebut memperlihatkan bahwa kelompok suporter sepak bola dapat memanfaatkan ruang publik untuk menyampaikan pesan sosial dan lingkungan. Tribun stadion tidak hanya menjadi tempat memberikan dukungan kepada tim kesayangan, tetapi juga sarana mengampanyekan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman sendiri berakhir imbang 2-2. Miguel Pereira mencetak dua gol untuk Bajul Ijo pada menit ke-36 dan 90+1, sedangkan PSS Sleman membalas melalui M. Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka pada menit ke-61.
Di balik hasil pertandingan tersebut, kampanye penyelamatan hutan dan penggalangan donasi masker menjadi bagian lain dari aktivitas di Stadion GBT. Bonek dan Bonita menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persebaya dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat yang terdampak bencana.
