Sabtu, 17 October 2026 08:01 UTC

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar berbincang dengan keluarga almarhum Sefriel Ardiansyah (19), korban tewas dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo, Sabtu, 17 Oktober 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kepolisian masih menyelidiki kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, yang menewaskan Sefriel Ardiansyah, 19 tahun. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian, termasuk alasan korban terlibat dalam upaya pemadaman api.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut saat mengunjungi rumah duka Sefriel di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Selain menyampaikan belasungkawa, Asmida juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Dalam kesempatan itu, keluarga berharap polisi mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan Sefriel meninggal dunia.
Keluarga mempertanyakan keterlibatan Sefriel dalam pemadaman karhutla di kawasan Bromo. Pasalnya, korban bekerja sebagai karyawan Artotel pada bagian engineering.
Perwakilan keluarga, Aqniz Ruri Ambarwati, mengatakan keluarga masih membutuhkan penjelasan mengenai alasan Sefriel ikut dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut.
BACA: Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan di 35 Wilayah, Layani Aduan Buruh
“Kami pihak keluarga mempertanyakan keterlibatan almarhum yang bekerja di Artotel sebagai engineering dalam pemadaman karhutla,” kata Aqniz.
Menanggapi pertanyaan keluarga, Asmida menjelaskan bahwa polisi masih mengumpulkan informasi pada tahap penyelidikan. Penyidik belum meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan karena masih perlu mendalami berbagai keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Jadi, kami saat ini belum tahap penyidikan, tetapi masih tahap penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi yang ada di lokasi serta dari pihak keluarga,” ujar Asmida.
Ia menyebut sejumlah saksi telah memberikan keterangan, sementara saksi lainnya masih menjalani pemeriksaan. Polisi membutuhkan keterangan tersebut untuk menyusun kronologi sekaligus memahami situasi ketika kebakaran terjadi.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mendengarkan curahan hati keluarga almarhum Sefriel Ardiansyah (19), korban tewas dalam karhutla di kawasan Bromo, Sabtu, 17 Oktober 2026. Foto: Zulafif
Asmida memahami harapan keluarga agar kematian Sefriel mendapat kejelasan. Ia pun meminta keluarga memberikan waktu kepada kepolisian untuk menuntaskan proses penyelidikan.
“Intinya, pihak keluarga meminta kejelasan. Karena itu, saya minta waktu kepada pihak keluarga untuk melakukan penyelidikan sebaik-baiknya,” katanya.
Empat Orang Tewas dalam Karhutla Bromo
Kebakaran yang menewaskan Sefriel terjadi di kawasan timur Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
BACA: Ayah Korban Karhutla Bromo: Minta Informasinya yang Jelas
Saat kejadian, petugas gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), relawan, dan karyawan Artotel berupaya memadamkan api. Namun, kobaran yang membesar membuat enam orang terjebak di lokasi kebakaran.
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, termasuk Sefriel. Dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan para saksi yang mengetahui proses pemadaman maupun kondisi di lokasi ketika kebakaran berlangsung. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian kejadian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.
