Logo

Ayah Korban Karhutla Bromo: Minta Informasinya yang Jelas

Reporter:,Editor:

Jumat, 16 October 2026 07:30 UTC

Ayah Korban Karhutla Bromo: Minta Informasinya yang Jelas

Pemakaman jenazah Sefriel Ardiansyah, salah seorang korban karhutla kawasan TNBTS Kabupaten Probolinggo, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Zulalif/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sefriel Ardiansyah, 19 tahun, salah satu korban meninggal dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dimakamkan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026.

Keluarga mempertanyakan alasan korban berada di lokasi kebakaran, mengingat pekerjaannya di hotel merupakan bagian engineering.

Sefriel merupakan karyawan Artotel Cabin Bromo yang tinggal di Jalan Serayu, Gang Yuni Yana, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.

Sejak pagi, keluarga dan kerabat berdatangan ke rumah duka untuk mendoakan sekaligus mengantarkan korban ke pemakaman.

Ayah korban, Lutfi Zulkifli, mengatakan pihak hotel sebelumnya menginformasikan akan menggelar kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti pada Kamis, 15 Oktober 2026. Namun, sekitar satu jam setelah waktu kegiatan yang disampaikan, kebakaran dilaporkan terjadi.

“Pihak manajer hotel menginformasikan bersih-bersih akan dilakukan sekitar 09.30 WIB pagi, namun sekitar 10.30 WIB muncul kobaran api,” ujar Lutfi.

Lutfi mengaku tidak mengetahui alasan anaknya berada di lokasi kebakaran. Ia menyebut sejumlah rekan kerja Sefriel juga berada di lokasi tersebut. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, ada rekan korban yang sempat mengambil minum sebelum kembali ke lokasi.

“Jadi ada teman anak saya juga yang ke sana, bahkan ada yang sempat mengambil minum dan kembali lagi ke lokasi,” jelasnya.

Meski pihak hotel sempat mendatangi rumah sakit, Lutfi berharap ada penjelasan yang lebih terperinci mengenai keberadaan anaknya hingga akhirnya meninggal dunia setelah terjebak kebakaran.

“Saya minta informasinya yang jelas, kenapa kok janggal itu sampai anak saya ada di lokasi, apalagi anak saya di tempat kerjanya bagian engineering,” pungkasnya.

Sefriel merupakan satu dari empat orang yang meninggal dalam kebakaran di kawasan TNBTS, Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis di Bukit Kembang Puncak Sari, tepatnya di Pusung Lingker Utara, sebelah timur Bukit Mentigen, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Berdasarkan penyelidikan sementara, sebanyak 12 orang berupaya memadamkan api yang membakar kawasan tersebut. Namun, enam orang terpisah dari kelompoknya ketika kobaran api tiba-tiba membesar dan merambat cepat.

Kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin kencang diduga membuat api sulit dikendalikan hingga enam orang tersebut terjebak. Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Selain empat korban meninggal, dua orang yang selamat mengalami luka bakar berat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.