Logo

Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Pupuk ke Gudang dan Kios Resmi

Reporter:,Editor:

Minggu, 17 January 2021 09:00 UTC

Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Pupuk ke Gudang dan Kios Resmi

SAMBANGI KIOS. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama jajaran meninjau kios distribusi dan berkoordinasi dengan pemiliknya. Foto: Humas Petrokimia Gresik

JATIMNET.COM, Gresik – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoptimalkan percepatan kelancaran distribusi pupuk guna mengantisipasi kebutuhan petani memasuki masa tanam awal tahun 2021.

Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk penerbitan SK penyaluran pupuk bersubsidi dan menerbitkan perintah ke distributor untuk segera menyalurkan ke kios-kios resmi.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gusrizal mengatakan telah melakukan sejumlah langkah dan berkoordinasi dengan dinas setempat dalam menerbitkan SK alokasi dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Sejak awal tahun, intruksi pada produsen tergabung dalam holding Pupuk Indonesia untuk bergerak cepat dan optimal menyediakan pupuk hingga di lini III dan IV," kata Gusrizal, Minggu, 17 Januari 2021. 

BACA JUGA: Pupuk Subsidi Naik, Jatah Jangan Dikurangi Lagi

Di Jawa Tengah misalnya, Gusrizal meninjau ketersediaan stok di sejumlah daerah seperti Grobogan dan Blora. Stok pupuk subsidi di Jawa Tengah tersedia sebanyak 231.983 ton. 

Diakui secara nasional, stok pupuk bersubsidi tersedia di lini I hingga lini IV mencapai 1.763.218 ton, terdiri dari 821.423 ton Urea, 551.359 ton NPK, 132.649 ton SP-36, 148.642 ZA, dan 109.145 ton organik. 

“Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut sekitar tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum yang sebesar 552.032 ton," katanya dalam rilis resmi.

Selain itu, antisipasi lonjakan kebutuhan petani sesuai arahan Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Grup menyediakan pupuk nonsubsidi di setiap kios resmi agar petani tetap mendapatkan pupuk. 

“Jumlah pupuk nonsubsidi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Artinya, ketika permintaan meningkat, maka kami pun sudah siap menambah ketersediaan," ujar Gusrizal.

BACA JUGA: Petani Diimbau Waspada Pupuk Palsu Subsidi dan nonsubsidi

Gusrizal menekankan bahwa pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang sudah terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan sudah memiliki Kartu Tani. 

Ia melanjutkan bahwa semua jaringan distribusi Pupuk Indonesia Grup wajib melaksanakan protokol kesehatan agar tidak menggangu pelayanan pendistribusian dan penjualan pupuk.

“Seluruh distributor dan kios wajib protokol kesehatan. Agar menjaga semua petugas distributor dan kios tidak terpapar dan tetap melayani penjualan dan penyaluran pupuk," ucapnya.

Pihaknya pun mengimbau para petani juga senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.