Selasa, 10 November 2020 11:40 UTC

CEK PUPUK. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang produksi PT Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Foto: Humas PT Petrokimia Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menegaskan pupuk bersubsidi diperuntukan petani yang terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Pupuk bersubsidi hanya disalurkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2020.
“Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan perseroan secara tertutup sesuai alokasi dan hanya pada para petani yang terdaftar dalam Kelompok Tani dan teregistrasi dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian,” kata Wijaya dalam siaran pers tertulis, Selasa, 10 November 2020.
Menurutnya, guna mengantisipasi kebutuhan petani yang kehabisan alokasi, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk nonsubsidi di kios-kios resmi.
BACA JUGA: Wagub Jatim Optimis Jatah Pupuk Subsidi Ditambah
Di samping itu, guna menghindari pupuk palsu, Wijaya juga mengimbau agar para petani hanya membeli pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi.
“Kami imbau petani yang sudah terdaftar dalam e-RDKK agar dapat menebus langsung pupuk bersubsidi di kios atau pengecer resmi, agar petani memperoleh pupuk yang sesuai kualitas dan sesuai HET (harga eceran tertinggi),” katanya.
Pupuk Indonesia memiliki sejumlah strategi untuk mengantipasi pupuk palsu atau tiruan melalui pencirian pupuk bersubsidi dengan warna khusus, bag code (kode pada karung), dan penyaluran tertutup yang berdasarkan e-RDKK.
Pupuk bersubsidi memiliki ciri pada kemasan karungnya antara lain terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung dan bertuliskan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah’.
Pada kemasan tercantum juga nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung, dan memiliki bag code dari produsennya.
Dalam penyaluran, Pupuk Indonesia didukung lima anak usahanya yang merupakan produsen pupuk nasional yakni PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Kaltim.
Selain itu, didukung juga oleh 1.226 mitra distributor dan 33.804 kios pupuk. Untuk stok pupuk bersubsidi di Tuban, Jawa Timur, saat ini terjaga dalam posisi di atas ketentuan minimum.
BACA JUGA: Pemerintah Diminta Manfaatkan BUMDes Jadi Agen Penyalur Pupuk Subsidi
Tercatat, total stok di Kabupaten Tuban tersedia sebanyak 4.681 ton. Sedangkan stok untuk Provinsi Jawa Timur berada di angka 203.640 ton.
Sebagai catatan, PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk Urea terbesar di Asia dan sepuluh besar di dunia dengan total kapasitas produksi pabrik mencapai 13,95 juta ton per tahun.
Dalam mengemban tugas bagi ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan lima anak perusahaannya merupakan produsen pupuk terbesar di Asia yang terdiri dari pupuk Urea, NPK, ZA, Organik, dan SP-36 yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
Penyaluran pupuk ditunjang dengan fasilitas pendukung antara lain pelabuhan dan sarananya, kapal angkutan, pergudangan, unit pengantongan pupuk, dan perbengkelan yang memperlancar proses produksi dan distribusi pupuk.
