PT INKA Resmi Groundbreaking Pabrik Kereta Api di Banyuwangi

David Priyasidharta

Minggu, 31 Maret 2019 - 14:48

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Pembangunan industri kereta api terbesar se-Indonesia di Banyuwangi resmi dimulai, Minggu 31 Maret 2019. Pembangunan ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kecamatan Kalipuro.

Pabrik KA milik BUMN PT INKA di lahan seluas 83 hektar dengan investasi Rp 1,6 triliun itu nantinya akan fokus menggarap pasar ekspor ke Asia, Afrika, dan Australia.

Imam Apriyanto mengatakan, pabrik tersebut membawa teknologi terbaru hasil kolaborasi dengan Stadler Rail Group, salah satu perusahaan kereta api terbesar dunia.

BACA JUGA: PT INKA Bidik Pasar di Empat Negara

“Pasar ekspor INKA kian berkembang. Maka kita bangun baru lebih canggih di Banyuwangi. Kami pilih Banyuwangi karena daerah ini punya pelabuhan ekspor sehingga bisa menekan biaya pengiriman,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Ia mengatakan komitmen Banyuwangi dalam mendukung investasi juga menjadi pertimbangan. Pabrik anyar itu bakal menghasilkan hingga empat gerbong kereta per hari, jauh lebih besar dibanding pabrik INKA di Madiun yang hanya menghasilkan satu kereta per hari.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro, memaparkan, aat ini INKA menerima banyak pesanan kereta untuk ekspor. Salah satunya Srilanka yang memesan 250 kereta dengan nilai USD 100 juta. Belum lagi untuk memenuhi pesanan dari Bangladesh dan Filipina. INKA juga menjajaki peluang pasar baru di Afrika, Australia, dan Taiwan.

“Makanya kita ingin pabrik Banyuwangi bisa cepat selesai. Targetnya 2020 sudah jalan produksi,” katanya.

INKA bakal merekrut 2.000 pekerja lokal. Sebagian bakal dikirim magang tiga bulan di Swiss sembari menunggu proses pembangunan pabrik. INKA berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi membuka jurusan perkerataapian di Politeknik Negeri Banyuwangi dan sejumlah SMK.

BACA JUGA: Gandeng Stadler Rail Group, PT INKA Siap Mendunia

Bupati Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi menyambut INKA dalam kerangka pengembangan sektor pariwisata (tourism), perdagangan (trade), dan investasi (investment).

“TTI atau tourism, trade, investment ini kami padukan. Tourism karena di industri ini juga ada Museum Kereta Api terbesar yang bakal jadi destinasi," kata Anas.

Adapun terkait investment, kehadiran INKA memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi investasi yang prospektif. “Jadi antara tourism, trade, dan investment, tiga aspek kunci dalam pembangunan daerah, kita jadikan dalam satu tarikan nafas,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...