JATIMNET.COM, Surabaya - Profesor Matematika di Morehouse College Nathan Alexander (34) menggendong bayi sambil mengajar.

Alexander menggendong bayi perempuan Wayne Hayer selama satu jam agar Hayer, bisa mencatat dengan lebih baik selama kelas berlangsung tulis BuzzfeedNews 2 Maret 2019.

Hal itu terungkap dari postingan viral salah satu siswa Alexander, Nick Vaughn di media sosial.

"Saya bukan seorang ayah, saya tak punya anak sendiri. Saya khawatir dia akan menangis. Tapi ternyata semua sempurna. Dia berperilaku sangat baik,' kata Alexander.

BACA JUGA: Guru, Digugu lan Ditiru

Selama mengajar Alexander mengayunkan Assata naik turun di dalam gendongannya. Ia bahkan melemparkan candaan jika materinya sangat membosankan lantaran membuat Assata tertidur.

Dua minggu sebelumnya, Alexander meminta Hayer untuk membawa bayinya ke dalam kelas kapanpun ia membutuhkan. Sebab Hayer seringkali meninggalkan kelas lebih awal untuk mengurus anaknya.

"Katakan, apapun yang saya bisa lakukan untuk mendukungmu. Bahwa untuk itulah saya di sini, sebagai pendidik,' katanya mengulang pernyataanya pada Hayer.

Dalam postingan di akun Facebooknya, Firda Hayer, ibu Assata memberikan respon atas banjir komentar netizen.

BACA JUGA: Suci Hati Sang Perias Orang Mati

Firda berkata bahwa ia dan Hayer adalah orang tua baru dan suaminya bekerja di dua tempat sekaligus menjadi siswa penuh.

"Dengan kami berada ribuan mile jauhnya dari keluarga dan teman, saya sering ditinggalkan berdua saja dengan bayi saya. Siapapun yang sedang atau baru saja menjadi ibu memahami bagaimana repotnya itu. Wayne ingin memberikan saya masa istirahat. Dan ia juga ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Assata. Ini adalah win-win solution. Terima kasih untuk mendorong kami lebih baik. Terima kasih kepada pendidik berkulit hitam seperti Dr. Nathan Alexander atas perhatian dan kepeduliannya. Semua ini datang pada saat yang tepat. Kami berencana dan Allah merencanakan, Allah adalah perencana terbaik," tulis Firda di status Facebooknya.

Sementara dalam status Facebooknya, Vaughn memuji Alexander serta institusi HBCU yang menyediakan pendidikan untuk komunitas kulit hitam.

"Hal seperti ini yang benar-benar menunjukkan kuasa dan dampak HBCU atas komunitas kulit hitam, untuk profesor yang memajami bahwa hidup bisa sulit dan tak ada jalan keluar di sekitarnya,' tulisnya.

BACA JUGA: Jemaah Haji Asal Jember Meninggal di Tanah Suci Usai Berwudlu

Unggahan Vaughn direspon dengan beragam sikap positif dari netizen.

Ada yang memuji Alexander serta menyebutnya sebagai guru favorit.

Ada pula yang memuji Hayer atas dedikasinya sebagai murid sekaligus orang tua.

Beberapa netizen mengaitkan dengan pengalaman mereka dan mengucapkan terima kasih pada guru masing-masing.

Yang lain menekankan betapa pentingnya peran guru untuk perubahan.

Bahkan ada pula dosen yang terinspirasi menawarkan dukungan yang sama pada siswa di kelasnya.

Alexander mengatakan banyak guru lain melakukan hal serupa di penjuru negara.

Ia menyebut reaksi guru dan siswa sekaligus orang tua sebagai pengakuan yang baik atas apa yang dia lakukan.
Alexander juga menekankan pentingya menciptakan akses bagi siswa yang juga menjadi orang tua dan untuk mendukung mereka baik laki-laki maupun perempuan.

"Ini adalah hal yang kami lakukan sebagai guru," katanya.