GURU, digugu lan ditiru. Kurang lebih artinya didengarkan dan ditiru. Pepatah Jawa itu wajib dimiliki seorang guru. Tuntutan itu dijawab Nur Kalim, tenaga pengajar di SMP PGRI Wringin Anom, Gresik. Dia tidak emosi kendati diintimidasi muridnya sendiri. Rendah diri dan memberi maaf, kendati sakit hati.