Logo

Produksi Padi Jatim Capai 7,71 Juta Ton GKG, Tertinggi Nasional hingga Juli 2026

Reporter:,Editor:

Kamis, 04 June 2026 06:59 UTC

Produksi Padi Jatim Capai 7,71 Juta Ton GKG, Tertinggi Nasional hingga Juli 2026

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri panen raya di Madiun beberapa waktu lalu. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim

JATIMNET.COM, Surabaya – Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi di sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, potensi produksi padi Jawa Timur pada periode Januari–Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Jumlah tersebut meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 7,30 juta ton GKG. Dengan capaian itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan potensi produksi padi terbesar di Indonesia.

Posisi Jawa Timur berada di atas Jawa Tengah yang memiliki potensi produksi sebesar 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Jawa Timur tetap tumbuh positif meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perubahan iklim global.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa kerja keras para petani dan seluruh stakeholder pertanian Jawa Timur memberikan hasil yang nyata. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini berikhtiar menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Khofifah di Surabaya, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga menunjukkan ketangguhan petani serta kuatnya ekosistem pertanian yang terus dibangun bersama.

BACA: Sawah Terancam Gagal Panen Akibat Banjir, Ini Antisipasi Pemkab Ponorogo 

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata ketangguhan petani Jawa Timur serta kuatnya ekosistem pertanian yang terus kita bangun bersama. Jawa Timur akan terus berkomitmen menjaga perannya sebagai lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Data BPS juga menunjukkan luas panen padi di Jawa Timur selama Januari–Juli 2026 mencapai 1,38 juta hektare. Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,30 juta hektare.

“Peningkatan luas panen ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian Jawa Timur tetap terjaga. Ini sekaligus mempertegas peran Jawa Timur sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional,” katanya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur terus berupaya mempertahankan tren positif tersebut melalui berbagai program penguatan sektor pertanian. Salah satunya dengan mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) serta memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian potensial di sejumlah daerah.

Pemerintah juga mendorong penggunaan benih unggul, optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), modernisasi budidaya pertanian, serta penguatan jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas padi di masa mendatang.