Logo

Pria Bunuh Kuli Bangunan di Surabaya Tertangkap, Ini Motifnya

Korban asal Sampang Dibacok secara Brutal
Reporter:,Editor:

Minggu, 03 May 2026 11:00 UTC

Pria Bunuh Kuli Bangunan di Surabaya Tertangkap, Ini Motifnya

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menunjukkan salah satu barang bukti berupa celurit yang digunakan pelaku untuk membancok korban, Minggu, 3 Mei 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap HK (44), pria asal Bulak Banteng Bhineka, Surabaya, yang diduga menjadi pelaku utama pembunuhan brutal di Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya.

Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif melalui olah tempat kejadian perkara dan analisis rekaman CCTV.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Kasi Humas Iptu Suroto menjelaskan, tersangka sempat melarikan diri ke wilayah Sampang bersama tiga rekannya usai melakukan aksi pembacokan.

“Tersangka sempat melarikan diri ke Sampang bersama tiga rekannya yang saat ini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Namun, kami berhasil menangkap tersangka di tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Kalimas, Surabaya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Mei 2026.

BACA: Selidiki Pembunuhan di Wonokusumo Surabaya, Polisi Sita CCTV 

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa celurit yang digunakan untuk menghabisi korban Hasan (37).

Korban yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu tewas di lokasi setelah mengalami luka bacok parah akibat serangan brutal yang dilakukan pelaku di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir.

Saat ini, HK menjalani proses hukum di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, sementara tiga pelaku lain berinisial SR, I, dan S masih diburu aparat kepolisian.

Kasus ini terungkap bermula dari motif pribadi yang dipicu rasa cemburu tersangka setelah menemukan foto korban bersama istrinya di telepon genggam.

BACA: Pria asal Madura Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya 

Rasa emosi tersebut berkembang menjadi aksi perencanaan pembunuhan setelah pelaku melacak identitas dan tempat tinggal korban.

Polisi mengungkap tersangka bahkan telah menyiapkan senjata tajam serta melibatkan rekannya untuk mendukung aksi penyerangan.

Selain menangkap pelaku utama, polisi kini memprioritaskan pengejaran terhadap tiga rekan tersangka yang diduga terlibat langsung dalam aksi pembunuhan berencana tersebut.

Keberadaan komplotan ini menjadi perhatian serius aparat karena berpotensi memperluas unsur pidana dalam kasus pembunuhan tersebut.