Logo

Kasus Remaja Viral Digerebek Mesum di Rambipuji Jember Jadi Pengingat

Warga Perketat Ronda dan Tambah Penerangan
Reporter:

Minggu, 26 April 2026 15:50 UTC

Kasus Remaja Viral Digerebek Mesum di Rambipuji Jember Jadi Pengingat

Ilustrasi perbuatan asusila digerebek. Pixabay

JATIMNET.COM, Jember — Peristiwa yang melibatkan sepasang remaja di wilayah Rambipuji, Jember, tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga mendorong warga untuk segera melakukan langkah pencegahan.

Remaja tersebut kepergok mesum di semak-semak di salah satu dusun di Kecamatan Rambipuji. Video saat remaja tersebut digerebek, lantas muncul di media sosial dan viral.

“Yang jelas, bukan kami yang menyebarkan. Saya juga tidak tahu dan akan mencari tahu. Karena kita kasihan juga sama remaja tersebut kalau sampai viral,” ujar salah satu warga yang mengetahui peristiwa tersebut, namun menolak disebutkan namanya saat dikonfirmasi pada Minggu, 26 April 2026.

Berkaca dari peristiwa tersebut, masyarakat setempat bersama pengurus RT/RW dan Karang Taruna langsung berkoordinasi untuk memperkuat pengawasan lingkungan. Mereka menyadari bahwa kondisi lokasi yang gelap dan sepi menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kejadian tersebut.

Sebagai langkah awal, warga memasang tambahan penerangan di sejumlah titik rawan, khususnya di sekitar area semak-semak dan jalur dekat sungai. Sedikitnya enam lampu baru telah dipasang guna meningkatkan visibilitas pada malam hari.

BACA: Viral Video Pasangan Remaja di Jember Digerebek Warga Saat Kencan Mesum di Semak-semak

“Selain itu, sistem ronda malam juga diperketat. Kita sekarang menerapkan jadwal bergilir agar pengawasan lingkungan dapat berlangsung lebih optimal dan merata,” sambung warga tersebut.

Upaya ini menurutnya, dilakukan tidak hanya untuk mencegah kejadian serupa, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman di lingkungan permukiman.

Kanit Reskrim Polsek Rambipuji, Bripka Bambang Febri, menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut mengedepankan pembinaan, terutama karena salah satu pihak masih di bawah umur.

“Langkah yang kami ambil adalah pembinaan, mengingat usia salah satu pelaku masih di bawah umur,” ujarnya.

Warga juga berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama, khususnya bagi orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan waktu di luar rumah.

Di sisi lain, masyarakat mengimbau publik untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif yang dapat merugikan pihak terkait, terlebih jika melibatkan anak di bawah umur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peran keluarga dan lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku remaja, sekaligus pentingnya menciptakan ruang sosial yang aman dan terawasi.

BACA: Kehilangan Ayah Picu Remaja di Jember Kambuh, Sempat Mengamuk hingga Dipasung 

Sebagai latar belakang, kejadian tersebut bermula saat anggota Karang Taruna melakukan patroli rutin pada Jumat malam, 14 April 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat menyisir kawasan yang dikenal sepi dan minim penerangan, mereka mencurigai adanya aktivitas di balik semak-semak.

Petugas ronda kemudian mendekati lokasi dan melakukan pengecekan menggunakan senter. Dari hasil pemeriksaan, mereka mendapati sepasang remaja yang diduga berada dalam situasi tidak pantas di area tersebut.

Kedua remaja sempat berupaya melarikan diri, namun warga berhasil mengamankan mereka sebelum diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial Facebook.