Polri Libatkan Komnas HAM Selidiki Kerusuhan 21-22 Mei

Rochman Arief

Kamis, 6 Juni 2019 - 10:48

JATIMNET.COM, Jakarta – Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku sudah mulai mengusut kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 dengan mengerahkan Tim Investigasi Internal Polri serta Tim Bareskrim.

Di Markas Besar Kepolisian Indonesia, Rabu 5 Juni 2019, dia menyampaikan, Tim Investigasi Internal Polri yang dikepalai Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Indonesia bertugas mendalami kronologi kerusuhan itu.

“Kami sudah bisa membedakan antara aksi damai dalam bentuk ibadah, buka puasa, dan taraweh, dengan aksi yang memang sengaja anarkis, rusuh, menyerang petugas. Ini ada dua segmen berbeda,” kata dia.

BACA JUGA: Hermawan Sulistiyo: Prabowo Harus Tanggung Jawab

Ia menduga orang-orang yang ada pada segmen pertama, berbeda dengan yang muncul pada segmen kedua.

Sementara itu, Tim Bareskrim akan mengusut pihak yang mendatangkan massa dari berbagai daerah.

“Dari 441 orang yang kami tahan saat ini, ada kelompok dari Lampung, Banten, dan Aceh. Nanti akan diungkap siapa yang mengundang mereka ke Jakarta, siapa yang membiayai mereka,” kata dia.

BACA JUGA: Rusuh 22 Mei

Dia menambahkan, tim bentukan Polri ini juga akan diawasi Komisi Kepolisian Nasional dan bekerja paralel dengan tim investigasi buatan Komnas HAM.

“Kita tidak ingin nanti dianggap eksklusif, nutup-nutupin itu ya. Jadi tim Komnas HAM dengan tim kita bekerja secara paralel. Nanti juga kita kordinasi mungkin dengan yang terkait, seperti Ombudsman," kata dia.

Pihaknya berjanji akan mengumumkan setelah mendapat kesimpulan kerusuhan yang terjai pada 21-22 Mei silam.

Nanti akan dipaparkan di Komnas HAM. Biar kami lihat apakah Komnas HAM memiliki data-data lain. Setelah itu, kami lakukan konferensi pers bersama, apapun hasilnya," kata dia. (ant)

Baca Juga

loading...