Polres Probolinggo Sweeping Antisipasi People Power Menuju Jakarta

Zulkiflie

Minggu, 19 Mei 2019 - 07:26

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo menerjunkan puluhan personel polisi di Jalur Pantai Utara (Pantura), Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Minggu dini hari 19 Mei 2019.

Petugas melakukan sweeping (menyisir) tiap kendaraan yang melintas, guna mengetahui ada tidaknya pergerakan massa dari Probolinggo dan sekitarnya menuju Jakarta, untuk mengikuti People Power.

Tak hanya kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus hingga mobil travel, dihentikan dan diperiksa petugas. Selain itu, petugas juga menggeledah tas dan barang bawaan penumpang.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto menyebut penyisiran ini dilakukan setelah turunnya instruksi dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan. Tujuannya untuk memeriksa seluruh kendaraan dan angkutan umum guna mengantisipasi adanya massa yang berangkat ke Jakarta.

BACA JUGA: Sikap MUI Probolinggo Soal Seruan "People Power"

Kapolres mengimbau, agar masyarakat tidak ikut-ikutan menggelar people power pada 22 Mei 2019 mendatang. Menurutnya aksi tersebut syarat dengan kepentingan, dan rentan memicu terjadinya kerusuhan.

“Saya sarankan, masyarakat tidak perlu ikut aksi 22 Mei. Kalau memang tidak puas dengan hasil pemilu, ada ruang untuk menyampaikan aspirasinya yakni lewat jalur yang sudah ditentukan,” terangnya.

Kapolres menjelaskan, seandainya memang ada kecurangan Pemilu, masyarakat bisa membawa bukti kecurang tersebut ke Bawaslu, untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan memulangkan pengendara atau penumpang, yang terbukti akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi people power,” tegasnya.

BACA JUGA: Gerindra NTB Pastikan tidak ada Gerakan People Power

Sementara itu, disebutkan Eddwi Kurniyanto, penyisiran kendaraan yang mengangkut massa people power akan terus dilakukan hingga 22 Mei mendatang. Penyisiran ini tak hanya dilakukan di satu titik, akan tetapi tersebar di sejumlah lokasi.

“Kami akan terus mencari pergerakan massa people power ini sampai hari H, semua tahu bahwa Probolinggo merupakan titik penghubung di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur," tandasnya.

Sekadar informasi, sejak beberapa bulan terakhir muncul seruan people power, dengan tujuan menganulir hasil Pemilu 2019 yang dinilai kelompok-kelompok tertentu, banyak kecurangan.

Baca Juga

loading...