JATIMNET.COM, Surabaya - Polda Jatim masih terus mendalami kasus penyerangan salah satu anggota polisi satuan lalu lintas (Lantas) Polsek Paciran, Lamongan Bripka AA saat berada di dalam Pos Polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Kasus tersebut diambil alih oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk mengungkap dua pelaku penyerangan.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan saat ini korban sudah menjalani operasi pada matanya di RS Bhayangkara. Kondisi kesehatan Bripka AA terus dipantau oleh tim dokter yang menangani. Luki mengatakan, sampai saat ini korban masih belum sadar pasca dioperasi.

"Korban sudah menjalani operasi pada matanya yang saat kejadian terkena ketapel yang digunakan oleh pelaku," ucapnya, Selasa 20 November 2018.

Luki menjelaskan, kasus akan diambil alih Densus 88 untuk mengetahui motif pelaku yang menyerang pos polisi, sebab disinyalir pelaku ini berkaitan dengan dugaan kelompok radikal.

Mantan Kapolres KP3 Tanjungpriok ini menambahkan, petugas mendapati banyak buku-buku yang berhubungan dengan kelompok radikal. Dan ini akan terus kami kembangkan guna membuat terang penyelidikan dan motif dalam kasus ini. 

“Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini, nantinya akan kami laporkan perkembangan berikutnya. Alhamdulillah, pelaku sudah berhasil ditangkap,” jelas Luki.

Alumnus Akpol 1987 ini menginformasikan, dua pelaku yang berhasil diamankan salah satunya berinisial ER. Pelaku (ER) ini, lanjut Luki, salah satu pecatan Polri ditahun 2004, yakni anggota dari Sidoarjo.

Selama di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan), pelaku ini berkoordinasi dengan beberapa kelompok, dan saat ini sedang didalami. “Pelaku (ER, red) ini waktu itu terseret kasus pembunuhan guru ngaji. Sedangkan satu pelaku lagi berinisial MSA merupakan warga sipil dan juga residivis,” ucap Luki.

Ditanya terkait motif penyerangan ini, Luki mengaku masih mendalami motif yang dilakukan para pelaku. “Apakah ada sakit hati atau lain-lain ini yang masih kami selidiki,” ucap Luki.