Logo

Polisi Telusuri Unsur Kelalaian dalam Tragedi Jatuhnya Bocah di RS Hermina Madiun

Reporter:

Sabtu, 02 May 2026 01:00 UTC

Polisi Telusuri Unsur Kelalaian dalam Tragedi Jatuhnya Bocah di RS Hermina Madiun

Ilustrasi terjatuh dari ketinggian. Foto: rawpixel.com

JATIMNET.COM, Madiun – Sebuah keluarga di Madiun harus menghadapi kenyataan pahit saat mengantarkan seorang anak berkebutuhan khusus usai menjalani terapi di RS Hermina, Kota Madiun.

Bocah berusia 7 tahun itu meninggal dunia. Penyebabnya, diduga karena jatuh dari balkon lantai 2 atau 3 rumah sakit di Jalan Ring Road Barat, Manguharjo, Kota Madiun, Rabu siang, 29 April 2026.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi mengatakan bahwa kejadian itu berlangsung sangat cepat. Ketika rampung terapi, pendamping korban berkonsultasi dengan terapis yang bertugas di Klinik Tumbuh Kembang RS Hermina.

Karena korban berkebutuhan khusus, maka dimungkinkan jalan-jalan sendiri di lokasi tersebut. Lantas, pendamping usai berkonsultasi bermaksud menemuinya kembali.

Hanya saja, korban tidak ditemukan. Proses pencarian juga tidak membuahkan hasil. Hingga beberapa saat kemudian, korban diketahui di lantai dasar, tepatnya di areal parkir sisi utara rumah sakit dengan kondisi terluka.

“Saat (korban) jalan-jalan sendiri terjatuh atau kemungkinkan ada yang menjatuhkan masih dalam penyelidikan,” ujar Agus, Jumat, 1 Mei 2026.

BACA: Selidiki Kematian Bocah di RS Hermina, Polres Madiun Kota Periksa Tiga Saksi

Setelah ditemukan dalam kondisi terluka, korban menjalani perawatan intensif di ICU RS Hermina. Namun, keesokan harinya, ia dinyatakan meninggal dunia.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, pihak polisi telah memintai keterangan tiga orang saksi. Jika nantinya dibutuhkan, saksi akan ditambah.

Selain itu, penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah untuk meminta rekaman kamera pengintai atau CCTV.

Penyelidikan ini fokus untuk mencari tahu tentang kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak pendamping korban maupun sistem keamanan rumah sakit.

Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mencari tahu apakah ada unsur kelalaian, baik dari pihak pendamping maupun sistem keamanan rumah sakit.