Logo

Selidiki Kematian Bocah di RS Hermina, Polres Madiun Kota Periksa Tiga Saksi

Tragedi ini diduga karena terjun bebas dari balkon
Reporter:

Jumat, 01 May 2026 13:45 UTC

Selidiki Kematian Bocah di RS Hermina, Polres Madiun Kota Periksa Tiga Saksi

Rumah Sakit Hermina Kota Madiun. Foto: herminahospitals.com

JATIMNET.COM, Madiun – Penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota tengah menyelidiki kematian seorang bocah berusia 7 tahun yang diduga akibat terjun bebas dari balkon Rumah Sakit Hermina Kota Madiun.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi mengatakan bahwa pihaknya telah memintai keterangan tiga orang saksi. Untuk mengetahui penyebab pasti kematian dari bocah tersebut, dimungkinkan ada penambahan saksi.

Selain itu, ia melanjutkan, pihak penyidik juga telah mengajukan permintaan rekaman kamera pemantau atau CCTV ke rumah sakit untuk dijadikan barang bukti.

“Pihak rumah sakit sudah mengizinkan, dan nanti akan diberikan kepada penyidik untuk dijadikan barang bukti,” ujar Agus, Jumat, 1 Mei 2026.

Nantinya, rekaman CCTV yang disita akan dianalisa lebih lanjut. Tujuannya, untuk mengetahui penyebab kematian korban yang diduga terjatuh dari lantai 2 atau 3 Rumah Sakit Hermina.

“Dugaan sementara, korban terjatuh setelah melompati balkon,” kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota.

Kematian korban karena dugaan terjatuh di area rumah sakit di Jalan Ring Road Barat Kota Madiun itu terjadi pada Rabu siang, 29 April 2026.

Sebelum peristiwa terjadi, Agus menjelaskan, korban dengan didampingi pendamping untuk menjalani terapi karena berkebutuhan khusus.

Saat itu, pendamping juga berkonsultasi dengan terapis. Setelah rampung, korban diketahui sudah tidak berada di lokasi tersebut. Proses pencarian pun dilakukan. Namun, tidak membuahkan hasil.

Beberapa saat kemudian, seorang saksi mengetahui seorang anak yang tergeletak di parkiran mobil sisi utara rumah sakit. “Saat ditemukan, kondisinya sadar tapi terluka,” ujar Agus.

Kemudian, korban dibawa ke ICU Rumah Sakit Hermina untuk menjalani perawatan intensif. Namun, selang sehari kemudian atau Kamis pagi, 30 April 2026, bocah berkebutuhan khusus itu dinyatakan meninggal dunia.