Senin, 25 May 2026 06:00 UTC

Petugas Ditlantas Polda Jawa Timur menggunakan Teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) dan scanner tiga dimensi untuk menyelidiki kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota DPR RI bersama rombongannya di Tol Paspro. Foto: Zulalif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi bersama rombongannya di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 834, Sabtu sore, 23 Mei 2026, mendapat perhatian serius dari Polda Jawa Timur (Jatim).
Untuk mengungkap kronologi kejadian secara detail, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim menerjunkan perangkat Traffic Accident Analysis (TAA) dan scanner tiga dimensi di lokasi kejadian.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah mengatakan bahwa penggunaan teknologi TAA bertujuan memperkuat proses penyidikan. Dengan alat tersebut, menurutnya, dapat diketahui penyebab kecelakaan secara ilmiah dan akurat.
“Alat ini digunakan untuk menggambarkan peristiwa kecelakaan mulai sebelum kejadian, saat benturan hingga sesudah kejadian. Jadi, seluruh data nantinya bisa dianalisis secara detail,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah kepada wartawan, Senin, 25 Mei 2026.
BACA: Mobil Rombongan DPR RI Hantam Truk di Tol Paspro, Dua Staf Ahli Hilman Mufida Meninggal Dunia
Dalam olah TKP dengan menggunakan alat TAA, petugas melakukan perekaman di sejumlah titik. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa pengemudi Toyota Innova yang ditumpangi Gus Hilman bersama rombongan diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.
Hingga akhirnya, mobil bernomor polisi N 1297 NB itu dikemudian oleh Mahrus Ali, warga Paiton, Kabupaten Probolinggo itu menghantam dump truck di depannya.
Dump truck bernopol W 8439 UK yang juga melaju dari Probolinggo menuju Pasuruan itu dikemudikan Imam Subekti.
Dugaan penyebab lakalantas tersebut sama dengan yang disampaikan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Aipda Muhammad Taufik sebelumnya.
Akibat insiden itu, dua staf ahli Muhammad Hilman, yakni Alex Anwaruh, 25 tahun dan Adinda Najwa, 26 tahun meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Ar-Rozy Kota Probolinggo.
Sementara, Gus Hilman, sapaan akrab Muhammad Hilman Mufifi bersama sopirnya mengalami luka-luka. Hilman kemudian dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
