Senin, 04 May 2026 05:00 UTC

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memusnahkan narkotika jenis kokain yang ditemukan di kawasan pesisir Sumenep, Senin, 4 Mei 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memperketat pengawasan wilayah pesisir. Langkah ini dijalankan setelah ditemukannya narkotika jenis kokain dalam jumlah banyak di Kabupaten Sumenep pertengahan April lalu.
Temuan ini memperkuat indikasi bahwa jalur laut menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba jaringan internasional ke wilayah Jawa Timur.
“Wilayah pesisir yang relatif lebih sepi justru rawan dijadikan jalur penyelundupan. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami,” kata Kapolda Jatim Nanang Avianto, Senin, 4 Mei 2026.
Di Sumenep, paket kokaian yang ditemukan memiliki berat kotor sekitar 27 kilogram karena tercampur pasir dan sampah laut. Setelah dibersihkan, berat bersih kokain mencapai 22,226 kilogram.
BACA: Kepala BNN RI Sebut Wilayah Perairan jadi Pintu Masuk Peredaran Narkoba
Kapolda menyebut temuan ini sebagai hal yang tidak biasa, mengingat selama ini peredaran narkoba di Jatim didominasi sabu, ganja, dan ekstasi.
“Ini menandakan ada bentuk narkoba yang penggunaannya tidak seperti biasanya. Jenis ini sangat mahal dan baru sekarang kami menemukan benda seperti ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dalam penanganan barang bukti tersebut. Menurutnya, narkotika dengan nilai tinggi sangat rawan disalahgunakan jika tidak segera dimusnahkan.
“Barang-barang ini mempunyai nilai yang menggiurkan. Jadi, lebih baik segera dimusnahkan supaya tidak terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.
BACA: Anggota DPRD Jatim Sumardi Wacanakan Badan Narkoba Tingkat Desa/Kelurahan
Saat ini, Polda Jatim bersama Mabes Polri tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan tersebut.
Berdasarkan hasil analisis mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan jaringan internasional. Sebab, kokain umumnya berasal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya Kolombia.
“Kami menganalisa jaringan dari data kokain di Kolombia. Ini menjadi indikasi kuat adanya jalur perdagangan gelap internasional yang masuk ke perairan kita,” katanya.
