PJR Polda Jatim Terapkan Contra Flow Tol Ngawi-Kertosono

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 7 Maret 2019 - 22:34

JATIMNET.COM, Surabaya – Ditlantas Kepolisian Daerah Jawa Timur masih melarang mobil golongan satu masuk tol Ngawi-Kertosono tujuan Madiun. Sebab ketinggian air di jalan bebas hambatan itu masih sekitar 60 centimeter dan dikhawatirkan membuat mobil golongan satu mogok di tengah jalan.

Namun demikian, Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim memperbolehkan kendaraan dengan muatan besar seperti truk peti kemas, truk ekspedisi, hingga kendaraan besar tetap diperbolehkan masuk.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo mengatakan sampai saat ini ketinggian air di ruas jalan tol Ngawi-Kertosono berangsur-angsur surut. Saat ini ketinggian air sudah berkurang hingga 60 centimeter yang ada di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Jasa Marga Tutup Sementara Jalan Tol Ngawi-Kertosono

“Sampai saat ini ruas jalan yang tergenang air masih kami tutup untuk mobil golongan satu, dan menggunakan sistem contra flow (satu lajur dipecah menjadi dua lajur dengan sistem buka-tutup),” katanya, Kamis 7 Maret 2019.

Meskipun menggunakan sistem contra flow, kondisi Jalan Tol Ngawi-Kertosono itu sudah mulai lancar. Petugas sudah disiapkan untuk mengantisipasi agar tidak ada penumpukan mobil yang melintas.

Perwira menengah ini mengatakan penutupan dilakukan hingga ketinggian air benar-benar surut dan bisa dilintasi mobil golongan 1. “Saat ini masih belum bisa dilintasi oleh mobil kecil," lanjut Bambang.

BACA JUGA: 450 Warga Ponorogo Mengungsi Akibat Banjir

Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim juga mulai menerapkan rekayasa satu jalur untuk dua arah di tol Madiun-Ngawi mulai kilometer 602 sampai kilometer 607. Contra flow ini dilakukan karena genangan air cukup tinggi di jalur sisi Madiun-Surabaya.

Dengan sistem ini petugas PJR Ditlantas Polda Jatim memasang pembatas jalan water barrier sepanjang empat kilometer mulai kilometer 602 sampai kilometer 607. "Pemasangan ini dilakukan untuk membagi arus jalan yang menggunakan contra flow," tutup Bambang.

Baca Juga

loading...