Petugas KPPS Tulungagung Meninggal akibat Serangan Jantung

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Selasa, 23 April 2019 - 22:49

JATIMNET.COM Tulungagung – Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Srikaton, Kabupaten Tulungagung meninggal dunia yang diduga disebabkan serangan jantung.

Anggota KPPS malang itu bernama Mahardika Agustina (23), yang meninggal beberapa hari setelah istirahat usai penghitungan suara tingkat TPS.

“Memang ada anggota KPPS kami yang meninggal, tadi malam (Senin 22 April 2019). Informasi dari teman Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan (PPK) dan keluarganya, yang diduga serangan jantung,” kata Komisioner KPU Tulungagung Mohammad Amarudin, Selasa 23 April 2019.

Ibu muda ini dilaporkan meninggal terkena serangan jantung saat mencari makan sore bersama suaminya, di pujasera Pasar Ngemplak, pada Senin 22 April 2019 sekitar pukul 19.00 WIB.

BACA JUGA: Satu Lagi, Anggota Polisi Meninggal saat Jalankan Tugas

Menurut penuturan ibunya, saat Amarudin berkunjung ke rumah duka, kondisi Mahardika Agustina terlihat sehat. Namun dia tidak memungkiri selama ini anak ketiganya itu memiliki riwayat sakit jantung. Penyakit tersebut bawaan sejak almarhumah masih bayi, gejala penyakit lemah jantung terus membayangi.

“Dulu anak saya lahir prematur, sehingga pertumbuhannya lambat. Ada gejala klinis yang membuat kesehatannya rentan, salah satu yang kerap dia rasa dan baru diketahui akhir-akhir ini adalah penyakit lemah jantungnya,” tutur ibunya.

Bahkan beberapa hari sebelum pencoblosan 17 April, Mahardika sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh. Badan lemas, jantung berdebar dan kerap berkeringat dingin.

“Pada saat pencoblosan kondisi anak saya baik. Dia juga tidak mengeluh meski proses penghitungan suara sempat lembur hingga dini hari,” ujarnya.

BACA JUGA: Tugas Pengamanan TPS di Krian, Anggota Polresta Sidoarjo Meninggal

Anggota KPPS di TPS 02 Desa Srikaton itu diketahui hanya memilih tidur istirahat untuk memulihkan tenaga.

Namun Mahardika Agustina meninggal dunia, genap lima hari pasca pencoblosan. Tepatnya saat ia dan suaminya berniat mencari kuliner sore di Pasar Ngemplak. Pada saat fisiknya yang sudah lemah kembali menurun.

Baru mencicip beberapa suap nasi bebek goreng di salah satu lapak, tiba-tiba Mahardika ambruk. Dia mengeluhkan dadanya sesak dan panas. Mahardika sempat tak sadarkan diri saat suaminya melarikan ke RSUD dr Iskak, Tulungagung.

Namun nyawanya tak tertolong. Anggota KPPS yang tercatat masih bertugas hingga Mei 2019 ini meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dia dimakamkan keluarganya, sekitar pukul 23.00 WIB di TPU Desa Srikaton.  (ant)

Baca Juga

loading...