Petani Padi Kota Probolinggo Gelar “Tradisi Totta’an”

Zulkiflie

Senin, 1 April 2019 - 15:58

JATIMNET.COM, Probolinggo – Para petani padi di Kota Probolinggo menggelar tradisi melepas sekitar 1.500 ekor burung merpati sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah.

Tradisi ini disebut Totta’an yang berarti menumpahkan. Sehingga dilaksanakan dengan cara melepas merpati dari sangkarnya. Total ada 30 ekor burung merpati yang ditaruh di dalam 50 sangkar.

Tradisi ini dilaksanakan sebelum para petani di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, sebelum memanen tanaman padi.

Sebelum dilepaskan, merpati diberi warna agar tidak tertukar. Sebab, burung-burung ini akan kembali ke sangkar setelah dilepas karena memang sudah terlatih.

BACA JUGA: Produksi Padi Merosot Dampak Irigasi Tercemar Limbah Pasir

Salah seorang petani, Samad tanaman padi yang dipanen kali ini jenis Hibrida yang dikenal berkualitas lebih baik dari padi biasanya. “Puji syukur hasilnya melimpah,”kata Samad, Senin 1 April 2019.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo, Ir Sukarning Yuliastuti menyebutkan, untuk panen padi jenis Hibrida hasilnya memang lebih banyak yakni mencapai 10–14 ton per hektare. Sedangkan padi biasa sekitar 8– 9ton per hektare.

“Memang untuk biaya perawatan lebih mahal yakni sekitar 10 juta per hektare, namun hasilnya lebih banyak dan berkualitas,” terang Sukarning.

BACA JUGA: Sebanyak 200 Hektar Tanaman Padi Diusulkan Peroleh AUTP

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin yang turut hadir dalam panen raya padi menyampaikan, untuk meningkatkan hasil pertanian padi ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo akan mendorong seluruh petani agar menanam padi jenis Hibrida.

Selain karena kualitas padi yang dihasilkan cukup baik, jumlah hasil padi jenis Hibrida lebih melimpah dari padi biasanya, sehingga diharapkan hasil penjualan yang diperoleh petani juga banyak.

“Padi jenis Hibrida ini merupakan sampling bagi para petani. Di mana ketahanannya lebih baik terhadap kondisi cuaca di Kota Probolinggo,” kata Wali Kota Hadi.

Ia juga akan mendongkrak hasil pertanian di Kota Probolinggo dengan mendorong para masyarakat agar memanfaatkan sejumlah lahan tidur atau lahan tak produktif yang tersebar ada di Kota Mangga Probolinggo.

 

Baca Juga

loading...