Logo

Operasional SPPG Medali Dihentikan Sementara, Tiga Korban Jalani Perawatan Intensif

Reporter:,Editor:

Jumat, 14 August 2026 07:30 UTC

Operasional SPPG Medali Dihentikan Sementara, Tiga Korban Jalani Perawatan Intensif

Kepala SPPG Medali dan petugas Pukesmas Puri, Kabupaten Mojokerto meninjau lokasi kejadian ledakan gas LPG, Jumat, 14 Agustus 2026. Foto :Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dihentikan sementara setelah ledakan terjadi pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.

Hingga Jumat pagi, lokasi SPPG yang menjadi penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) itu masih ditutup. Polisi memasang garis pengaman di sekitar bangunan untuk kepentingan penyelidikan.

Pantauan Jatimnet.com, kondisi bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Bagian atap sisi kanan ambruk, sementara genteng dan sejumlah material bangunan berserakan di halaman. Peralatan dapur juga tampak berantakan.

Papan nama SPPG Mojokerto Puri Medali milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group masih terpasang di bagian depan bangunan. Namun, sejumlah papan informasi terlihat miring akibat kejadian tersebut.

Kepala SPPG Mojokerto Puri Medali, Geroldy Larung Kondo, membenarkan bahwa operasional MBG dihentikan sementara.

“Tidak beroperasi,” katanya.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu kemudian memicu kebakaran. Sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan mendapat penanganan di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Puri, RSI Sakinah, dan RS Gatoel Mojokerto.

Dua korban, Maulin Nikmah dan Robiatul Adawiyah, sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Puri. Keduanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan jalan.

Plt Kepala Puskesmas Puri, dr. Nurul Maslikhanah, mengatakan salah satu korban mengalami luka bakar di bagian punggung, sedangkan korban lainnya mengalami memar di kepala.

“Kemarin malam sempat dibawa ke Puskesmas Puri, tapi untuk rawat jalan saja. Ada yang mengalami luka bakar di punggung dan sedikit memar di kepala,” jelas Nurul.

“Tidak sampai rawat inap,” imbuhnya.

Sementara itu, Piter Nando masih menjalani perawatan di RSI Sakinah. Ia mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit tipe A.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSI Sakinah, dr. Roisul Umam, mengatakan proses rujukan masih berlangsung.

“Pagi ini rencana mau dirujuk ke RS tipe A, tapi masih proses,” ujarnya.

Dua korban lainnya, Edy Suyanto dan Quinlan, merupakan teknisi yang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RS Gatoel.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RS Gatoel, dr. Renny Padma, mengatakan Edy mengalami luka bakar sekitar 90 persen. Kondisinya kemudian membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit rujukan.

“Luka bakar 90 persen, sehingga untuk pemulihan terpaksa harus dibawa ke RSUD Soetomo. Kita rujuk pukul 08.30 tadi, kondisi pasien masih sadar dan respons,” ungkap Renny.

Edy kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Saat proses rujukan, korban disebut masih dalam kondisi sadar dan responsif.

Sementara Quinlan mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan masih menjalani perawatan di RS Gatoel. Renny menyebut luka bakar korban hampir merata di seluruh tubuh.

“Dijadwalkan akan menjalani operasi penanganan luka bakar hari ini di bedah plastik,” tandasnya.

Salah seorang saksi, Bagiyanto, mengatakan kondisi di dalam bangunan sempat gelap setelah ledakan.

“Setelah ledakan kondisinya gelap semua,” ujarnya.

Menurut Bagiyanto, terdapat tiga teknisi yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Mereka mengalami luka bakar akibat ledakan dan kobaran api.

“Yang paling parah itu ya Pak Edi,” imbuhnya.

Hingga Jumat pagi, penyebab pasti ledakan dan kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Petugas juga masih melakukan penanganan di lokasi yang telah dipasangi garis polisi.

Untuk sementara, operasional SPPG Medali dihentikan hingga lokasi dinyatakan aman dan layak digunakan kembali. Penyaluran MBG dari SPPG tersebut selanjutnya menunggu keputusan dan penanganan pihak terkait.