Produksi Padi Merosot Dampak Irigasi Tercemar Limbah Pasir

Gayuh Satria Wicaksono

Kamis, 21 Maret 2019 - 18:44

JATIMNET.COM, Ponorogo – Panen padi di Desa Panjeng, Sraten, Sedah, dan Jenangan turun drastis akibat irigasi airnya tercemar limbah pasir. Pencemaran itu diduga dari pencucian pasir di Desa Semanding, Kecamatan Jenangan dan beberapa desa di Kecamatan Jenangan.

Banyak dari tanaman padi yang mengalami penurunan produksi (panen). Jika sebelumnya satu hektar lahan padi bisa menghasilkan tujuh ton gabah, saat ini petani hanya mampu memanen lima ton gabah.

Salah satu petani di Desa Sraten, Bambang Priambodo mengeluhkan tanaman padinya saat umur di bawah satu bulan kesulitan hidup dan beranak. Sebab saat itu hujan turun dengan intensitas yang masih sedikit. Sementara kebutuhan air masih menggunakan irigasi yang diduga tercemar limbah pencucian pasir.

“Airnya keruh dan berpasir, selain itu ada semacam lumpur yang menempel pada pangkal padi, sehingga anakan padi saya sedikit,” kata Bambang saat ditemui di persawahan Desa Sraten, Kamis 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Puluhan Hektar Sawah Tercemar akibat Pencucian Pasir

Bambang menjelaskan jika tanah yang sudah bercampur dengan pasir limbah cucian ini membuat tanah cenderung lengket, dan menyulitkan untuk diolah kembali. Selain itu, jika tanah banyak kandungan pasirnya, unsur hara di dalamnya akan jauh berkurang.

Ia menceritakan tahun lalu gagal panen cabai rawit, karena mengandalkan air irigasi yang bercampur dengan pasir. Hal ini karena pasir menutup pangkal batang dan daun tanaman cabainya.

“Saat ini petani lebih memilih menggunakan air dari sumur bor yang disedot menggunakan pompa diesel ataupun listrik,” jelasnya.

BACA JUGA: Ini Ancaman Petani Padi Jika Kemarau Panjang

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Desa Sraten, Agus Sairi membenarkan keadaan yang dialami oleh petani di desanya. Air dari limbah pasir juga menutup pori-pori tanah yang membuat penyerapan pupuk lebih lama.

“Tanaman kalau dialiri menggunakan air irigasi pertumbuhannya akan sulit, pemupukan juga tidak akan maksimal,” tuturnya.

Sebelumnya saluran irigasi di Desa Panjeng, Sraten, Sedah, dan Jenangan tersumbat pasir sedimentasi setebal 80 cm. Munculnya sedimentasi itu akibat limbah pasir hasil pencucian pasir. Sebanyak 200 lebih warga setiap minggunya membersihkan saluran irigasi tersebut agar bisa digunakan kembali untuk pengairan.

Baca Juga

loading...