Petambak Pamekasan Cemas dengan Rencana Pemerintah Impor Garam

Hari Istiawan

Kamis, 28 Maret 2019 - 22:25

JATIMNET.COM, Pamekasan – Petambak garam di Pamekasan, Jawa Timur, mencemaskan rencana pemerintah yang akan kembali impor garam. Sebab, masih banyak hasil produksi garam yang hingga kini belum terserap.

"Kondisi kami di Pamekasan sama dengan yang dialami para petambak garam lainnya di Madura, yakni banyak hasil produksi kami yang belum terserap," kata petambak garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Zaimah, Kamis 28 Maret 2019.

Zaimah bersama puluhan pekerja garam lainnya sangat merasakan dampaknya jika impor garam direalisasikan. Sebab, mereka baru dibayar oleh pemilik tambak ketika garam telah terjual.

Ia menuturkan, pada musim produksi garam tahun 2018, hasil produksi lebih banyak dari tahun sebelumnya, karena cuaca bagus dan tidak sering turun hujan.

BACA JUGA: Indonesia Bisa Contoh India Terkait Tata Kelola Garam

"Meski cuaca bagus, tapi jika garam tidak terjual sama saja bagi kuli garam seperti kami ini," kata kuli garam lainnya Zainuddin.

Kecamatan Galis, merupakan satu dari tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan yang menjadi sentra produsen garam. Dua kecamatan lainnya adalah Kecamatan Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Pamekasan, produksi garam rakyat di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2018 sebanyak 127 ribu ton lebih.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pemkab Pamekasan Mohammad Istamam, jumlah produksi itu lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar tiga ribu ton.

"Peningkatan produksi yang sangat signifikan ini terjadi karena cuaca pada tahun 2018 memang bagus, sedangkan pada tahun 2017 sering turun hujan saat musim produksi," katanya.

BACA JUGA: Petani Garam Probolinggo Khawatir Harga Anjlok

Jika cuaca bagus, maka produksi garam akan lebih banyak sehingga hasil produksi melimpah. Ia menuturkan, pada tahun 2017 produksi garam hanya satu kali lalu turun hujan, tapi pada 2018 berlangsung hingga tiga kali, bahkan ada yang sampai empat kali produksi.

"Ini yang menyebabkan hasil produksi garam meningkat tajam," katanya.

Sementara, terkait permintaan para petambak agar memperhatikan serapan garam rakyat yang hingga kini belum terjual, Istamam menjelaskan, memang telah menjadi perhatian Pemkab Pamekasan.

"Memang persoalan yang sering disampaikan masyarakat petambak garam kita seperti itu. Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal ini, termasuk dengan pemerintah pusat," katanya menjelaskan. (ant)

Baca Juga

loading...