Jumat, 03 April 2026 11:38 UTC

Ilustrasi penganiayaan terhadap remaja. Freepik
JATIMNET.COM, Jember – Kasus dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa SMA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini tengah ditangani aparat kepolisian. Korban berinisial F (15), warga Kecamatan Kencong, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (28/3/2026) di kawasan Bulakan, Dusun Krajan III (Kecik), Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember.
Saat ini, penanganan kasus masih berada di Polsek Jombang dan belum dilimpahkan ke Satreskrim Polres Jember.
Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendampingan dalam tahap penyelidikan.
“Untuk kasus dengan korban siswa SMA di Kecamatan Jombang itu, masih ditangani di Mapolsek Jombang. Belum dilimpahkan kepada kami. Kami hanya sebatas melakukan pendampingan dalam proses lidik saat ini. Nanti perkembangan kami kabari lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 3 April 2026.
BACA: Remaja di Jember Dikeroyok 10 Temannya, Dijemput Paksa dan Ditinggalkan dalam Kondisi Luka
Hingga kini, status hukum para terduga pelaku masih belum dipastikan, apakah telah diamankan atau masih dalam proses pemanggilan.
Di sisi lain, Dinas Sosial Jember turut melakukan pendampingan terhadap korban dan para terduga pelaku, mengingat sebagian besar masih di bawah umur. Pendampingan tersebut difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, remaja berinisial F (15) asal Kecamatan Kencong, diduga dikeroyok oleh 10 orang yang juga masih berusia remaja.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 lalu, di Kawasan Bulakan, Dusun Krajan III (Kecik), Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember.
BACA: Polisi Probolinggo Selidiki Dugaan Pencabulan Terhadap Balita
Ibu korban, Samiati, mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak mengetahui awal mula kejadian. Ia menyebut anaknya dijemput secara paksa oleh sejumlah teman sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah dijemput, korban dibawa ke lokasi kejadian dan langsung menjadi sasaran pengeroyokan. Korban mengaku dikeroyok oleh sekitar 10 orang, dua di antaranya merupakan teman semasa SMP.
