Pertahankan Ikon Kuliner, Pemkot Madiun Gelar Festival Nasi Pecel

Nd. Nugroho

Reporter

Nd. Nugroho

Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:25

JATIMNET.COM, Madiun - Pemkot Madiun menggelar festival nasi pecel pincuk di Alun-Alun setempat, Sabtu 22 Juni 2019. Sebanyak 12 ribu makanan khas yang dibungkus daun pisang itu disediakan bagi warga secara gratis.

"Walau pecel sudah membumi di Madiun, tapi ini untuk dinikmati bersama," kata Wali Kota Madiun Maidi di sela acara.

Nasi pecel memang menjadi salah satu ikon kuliner di Kota Madiun. Untuk menandainya, monumen penjual nasi pecel pincuk didirikan di sejumlah titik jalur protokol.

BACA JUGA: Gelar Bazar Takjil, Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Voucher Belanja

Lokasinya seperti di pintu masuk Kota Madiun yang berbatasan dengan Nglames, Kabupaten Madiun dan di perempatan Jalan Pahlawan.

Selain itu, sejumlah penjual penganan ini banyak diserbu warga dari luar kota saat singgah di Kota Madiun. Tempat makan itu seperti Depot 99 di Jalan Cokroaminoto, warung Yu Gembrot di Jalan Imam Bonjol, dan Depot Mirasa Bu Wo di Jalan S. Parman.

Namun, nasi pecel yang disajikan dalam festival dalam rangka peringatan hari jadi Kota Madiun ke-101 merupakan hasil olahan penjual lain yang belum banyak dikenal.

FESTIVAL PECEL. Foto: Nd Nugroho

Meski demikian, rasanya tidak kalah enak. Aneka bahan pelengkap juga diikutkan. Sayuran rebusnya, seperti kacang panjang, kecambah, dan kenikir.

BACA JUGA: Berebut Nasi Pecel Tumpuk dan Kepleh di Ponorogo

Lantas ditaburi serundeng kelapa dan sambal pecel yang telah dicairkan. Adapun lauknya seperti tempe goreng, rempeyek teri, dan kerupuk puli atau lempeng.

"Untuk sambal pecel khas Madiun itu dicampur dengan daun jeruk purut dan gula merah. Maka, rasanya berbeda dengan (pecel) daerah lain yang dicampur dengan kencur dan gula pasir," Maidi menjelaskan.

Selain nasi pecel, Maidi menuturkan, dalam festival itu juga menyediakan minuman es tape kambang. Kuliner ini merupakan perpaduan antara tape singkong, sirup gula merah, kelapa yang diiris kecil, dan es batu.

Saat semua bahan dicampur, irisan kelapa terapung di dalam gelas maupun mangkuk. Karena itu diberi nama tape kambang.

BACA JUGA: Risma Suguhkan Lontong Balap dan Pecel Semanggi dalam Open House

"Kami ingin mengangkat kembali minuman ini yang sebenarnya sudah ada sejak lama. Dulunya, minuman ini gandengannya nasi pecel," kata Maidi.

Sementara itu, Hartatik salah seorang penjual nasi pecel yang ikut festival mengatakan bahwa makanan hasil olahannya diborong dengan harga Rp 7,5 juta. Dari uang sebanyak itu, ia dan 11 penjual lain peserta kegiatan yang sama harus menyediakan 100 nasi pecel pincuk.

"Lumayan (dapat uangnya), maka setiap ada even seperti ini saya ikut," ujar warga Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo itu.

Baca Juga

loading...