Peringatan May Day di Surabaya, Sebanyak 2.500 Polisi Disiagakan

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 1 Mei 2019 - 10:25

JATIMNET.COM, Surabaya - Polda Jatim mengerahkan sebanyak 2.500 personil polisi untuk siaga pada peringatan hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut May Day, Rabu 1 Mei 2019. Ribuan personil ini akan dibagi di beberapa tempat yang menjadi lokasi penumpukan massa.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ribuan personel ini gabungan dari lima Polres yakni Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Polres Pasuruan, Polres Mojokerto dan Polres Mojokerto Kota.

Barung mengatakan keterlibatan sejumlah polres ini untuk mengamankan beberapa lokasi aksi. "Masing-masing Polres menurunkan sekitar 200 personel. Ada lima polres, berarti ada 1.000 personel. Polrestabes Surabaya mengerahkan 1.000 personel dan Polda Jatim 500 personel karena hanya membantu," katanya, Rabu 1 Mei 2019.

Pengawalan akan dilakukan masing-masing Polres mulai dari wilayahnya masing-masing hingga ke depan Grahadi atau Tugu Pahlawan, Surabaya. Jika ada massa buruh dari Sidoarjo, maka anggota Polresta Sidoarjo yang akan mengawal sampai ke Grahadi.

BACA JUGA: Peringatan May Day, BPJS Ketenagakerjaan Disorot

Setelah massa tiba di Tugu Pahlawan, Polrestabes Surabaya akan melakukan pengamanan di jalan, lalu bersama-sama melakukan pengamanan di Grahadi.

"Otoritas pengamanan di Grahadi tetap diberikan pada Polrestabes Surabaya. Nah, Polda Jatim mengkoordinir dua Polres ini karena buruh kan datangnya dari macam-macam daerah," katanya.

Pengamanan tak hanya dilakukan di Surabaya, tapi juga di daerah asal buruh. Misalkan ada aksi buruh di Mojokerto, maka itu adalah kewenangan dari Polres Mojokerto untuk melakukan pengamanan.

Barung mengungkapkan, sesuai kesepakatan yang dibuat oleh Federasi buruh di Jakarta bahwa peringatan Hari Buruh akan diselenggarakan di ruangan tertutup atau indoor.

Meski begitu, pihaknya akan tetap mengamankan aksi jika dilakukan di tempat terbuka atau outdoor.

BACA JUGA: Peringatan Hari Buruh Terpusat di Grahadi dan Kantor Gubernur

"Kalaupun mereka (buruh) melakukan kegiatan outdoor entah itu di Tugu Pahlawan di Grahadi maupun di lapangan pasti akan lakukan pengamanan. Kami berharap aksi berlangsung aman dan tertib," ucapnya.

Dia juga berharap peringatan Hari Buruh tak hanya diisi dengan aksi demontrasi atau orasi tapi dilakukan kegiatan kesenian. Menurutnya penyampaian aspirasi ke Gubernur Jawa Timur bisa dilakukan dengan berbagai sarana.

"Apalagi sekarang informasi dan teknologi sudah canggih, jadi tinggal buat Pernyataan di buat video Vlog kemudian dikirim ke ibu Khofifah itu kan sudah selesai. Apalagi Gubernur kalau semacam itu kan sangat welcome," tuturnya.

Namun dia menegaskan, jika peringatan Hari Buruh tetap dilakukan dengan demontrasi, pihak kepolisian akan tetap melakukan pengawalan.

Baca Juga

loading...