Peredaran Hoaks Menurun usai KPU Umumkan Hasil Pemilu

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 29 Mei 2019 - 13:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mencatat ada sekitar 30 persen penurunan beredarnya berita bohong atau hoaks pasca Pemilu 2019.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan, penurunan itu terjadi setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Meski begitu, kata Cecep, tetap saja ada laporan terkait hoaks setiap hari. "Memang ada penurunan hingga 30 persen dari biasanya terkait hoaks dan lainnya," bebernya, Rabu 29 Mei 2019.

BACA JUGA: Libur Lebaran, Kominfo Kerahkan 100 Verifikator Pantau Hoaks Medsos

Kendati ada penurunan, polisi tetap melakukan pemantauan. "Kami terus melakukan cyber patrol untuk mengantisipasinya," jelasnya.

Saat ini, pelaksanaan Pemilu 2019 masih menyisakan adanya gugatan sengketa hasil Pilpres dan Pileg. "Saat ini masuk tahapan gugatan di MK. Jadi kami terus mengantisipasi jika ada berita berita hoaks itu," ucapnya.

Data Cyber Crime menyebutkan ada lima kasus hoaks yang telah ditangani Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. "Jumlah itu yang selama ini telah saya tangani sejak menjabat," beber Cecep.

Dari lima kasus itu, polisi telah menangkap enam orang tersangka. "Enam orang ini terlibat penyebaran hoaks," katanya.

BACA JUGA: Bareskrim Polri Tangani 10 Kasus Hoaks Selama Aksi Mei

Ie mencontohkan kasus tersangka Arie Kurniawan Rajasa (36) warga Jombang yang ngekos di Jalan Buncitan Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Ia dibekuk saat membuat berita bohong yang diposting di akun facebook (FB) milik pelaku bernama Antonio Banerra.

Dalam postingan itu pelaku mengabarkan berita bohong dan menebar kebencian terkait kerusuhan 1998 lalu. Polisi kemudian menangkap pelaku ini. Cecep berharap masyarakat untuk berhati hati dengan hoaks. "Jika mendapatkan berita bohong, laporkan ke kami," katanya.

Baca Juga

loading...