Jumat, 07 August 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Motor siap melaju. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Perawatan motor mudah tertunda ketika kendaraan masih bisa dinyalakan setiap pagi. Selama mesin hidup, rem terasa menggigit, dan ban belum kempis, banyak pengendara merasa semuanya baik-baik saja.
Di Surabaya, pola pemakaian seperti ini layak mendapat perhatian. Motor bisa bergerak dari jalan lingkungan menuju arteri yang ramai, berhenti di lampu merah dalam cuaca panas, lalu kembali masuk ke gang sempit. Menjelang 17 Agustus, aktivitas warga dan lalu lintas lokal ikut membuat ritme perjalanan lebih beragam.
Motor pun mempunyai posisi besar dalam persoalan keselamatan jalan. WHO dalam pembaruan keselamatan jalan global pada Juli 2026 menyebut pengguna sepeda motor kini menyumbang hampir sepertiga kematian lalu lintas dunia. Jumlah sepeda motor secara global juga meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2011–2025.
Merawat motor, dengan begitu, bukan perkara mengejar tampilan bersih. Ada beberapa bagian yang memang pantas mendapat waktu lebih banyak.
Ban yang Mulai Aus Sering Terasa Biasa Saja
Ban tidak selalu memberi tanda dramatis ketika kondisinya menurun. Keausan terjadi perlahan sehingga pengendara terbiasa dengan perubahan karakter motor.
Coba lihat permukaan ban ketika motor berada di tempat terang. Alur yang semakin tipis, retakan, benjolan, benda asing yang tertancap, atau keausan pada satu sisi layak diperiksa lebih lanjut. Tekanan udara juga mengikuti rekomendasi produsen motor dan ban, bukan perkiraan berdasarkan keras atau empuk ketika ditekan tangan.
Tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kestabilan dan karakter pengendalian. Saat membawa penumpang atau barang, beban tambahan ikut mengubah cara motor bereaksi.
Hal kecil semacam ini mudah terasa ketika berkendara di Surabaya. Aspal panas pada siang hari, pengereman berulang di persimpangan, jalan lingkungan yang permukaannya tidak selalu seragam, serta manuver di tengah lalu lintas membuat ban bekerja terus-menerus.
Ban depan dan belakang juga tidak perlu menunggu botak total untuk mendapat perhatian. Indikator keausan pada ban dapat digunakan sebagai salah satu acuan, disertai ketentuan pada buku manual dan pemeriksaan teknisi jika muncul keraguan.
Rem Kota Bekerja Lebih Sering daripada Kelihatannya
Keliling kota berbeda dari berkendara konstan di jalan panjang. Gas dibuka, beberapa ratus meter kemudian mengerem. Setelah lampu hijau, pola yang sama kembali terjadi.
Itulah sebabnya rem pantas masuk daftar pemeriksaan rutin.
Perhatikan ketebalan kampas sesuai spesifikasi kendaraan, kondisi cakram atau tromol, level minyak rem pada sistem hidrolik, serta respons tuas. Bunyi yang tidak biasa, getaran, tuas terasa terlalu dalam, atau pengereman yang kehilangan konsistensi sebaiknya tidak dianggap karakter normal motor.
Kebiasaan menjaga jarak juga membantu kerja rem. WHO mencatat kenaikan kecepatan rata-rata sebesar 1 persen berkaitan dengan peningkatan sekitar 4 persen pada risiko kecelakaan fatal dan 3 persen pada risiko kecelakaan serius.
Selisih kecepatan yang tampak kecil bisa menjadi penting ketika ruang untuk bereaksi terbatas.
Dalam perjalanan perkotaan, pengendara sebenarnya jarang mendapat keuntungan besar dengan terus mengejar celah. Setelah menyalip beberapa kendaraan, belum tentu ia tiba jauh lebih cepat karena bertemu lampu merah berikutnya.
Oli Penting, tetapi Jangan Berhenti di Oli
Percakapan soal perawatan motor sering berakhir pada satu pertanyaan: sudah ganti oli atau belum? Oli mesin memang penting. Interval penggantiannya sebaiknya mengikuti buku manual karena setiap model memiliki spesifikasi dan jadwal berbeda.
Pola pemakaian juga patut diperhatikan, terutama pada motor yang setiap hari menghadapi lalu lintas stop-and-go. Namun, motor memiliki lebih banyak komponen bergerak.
Pada motor berpenggerak rantai, kebersihan, pelumasan, dan kekencangan rantai perlu diperiksa sesuai spesifikasi pabrikan. Rantai yang terlalu kendur atau terlalu tegang sama-sama bukan kondisi ideal.
Aki juga sering baru diingat ketika starter mulai berat. Lampu utama, lampu rem, lampu sein, klakson, dan panel indikator dapat diperiksa tanpa membutuhkan waktu lama.
Untuk motor berpendingin cairan, coolant perlu diperhatikan sesuai petunjuk pabrikan. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas. Bila level cairan terus berkurang tanpa sebab jelas, pemeriksaan bengkel lebih masuk akal daripada sekadar menambah cairan berulang kali.
Ada satu kebiasaan sederhana yang cukup berguna: sesekali matikan musik di helm atau distraksi lain dan dengarkan motor. Bunyi baru, getaran yang berubah, atau respons mesin yang terasa berbeda sering menjadi petunjuk awal sebelum gangguan membesar.
Helm Bukan Pelengkap Setelah Motor Diservis
Motor sudah mendapat oli baru, ban diperiksa, rem sehat. Pengendaranya kemudian memakai helm seadanya karena tujuan cuma beberapa kilometer. Logika tersebut tidak sebanding dengan risikonya.
WHO menyebut cedera kepala sebagai penyebab utama kematian pada pengendara sepeda motor. Helm berkualitas yang digunakan dengan benar dapat menurunkan risiko kematian akibat kecelakaan lebih dari enam kali lipat serta risiko cedera otak hingga 74 persen.
Data WHO terbaru juga memperkirakan kecelakaan lalu lintas masih merenggut sekitar 1,16 juta jiwa setiap tahun di dunia. Lebih dari separuh korban meninggal merupakan pengguna jalan rentan, termasuk pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor.
Jadi, helm yang memenuhi standar keselamatan dan terpasang benar sama pentingnya dengan rem yang bekerja.
Tali pengikat perlu terkunci dengan baik. Visor yang sangat buram atau penuh goresan juga dapat mengganggu pandangan, terutama ketika berkendara malam dan menghadapi sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan.
Untuk konteks Indonesia, gunakan helm yang memenuhi standar yang berlaku. Pengendara dan penumpang sama-sama membutuhkan perlindungan; jarak dekat tidak membuat kepala lebih kebal terhadap benturan.
Lima Menit Sebelum Keluar dari Gang
Perawatan motor agar nyaman dipakai keliling kota tidak harus berubah menjadi pemeriksaan teknis panjang setiap pagi. Sebagian pengecekan cukup dilakukan berkala sesuai buku manual dan jadwal servis.
Namun sebelum berangkat, pengendara bisa melihat kondisi ban, mencoba rem, memastikan lampu bekerja, mengecek spion, lalu memperhatikan apakah ada cairan menetes di bawah kendaraan.
Menjelang pertengahan Agustus, kebiasaan itu terasa semakin relevan di Surabaya. Jalan kampung mulai dihiasi umbul-umbul. Beberapa lingkungan menggelar lomba, memasang panggung, atau menggunakan sebagian ruang jalan untuk kegiatan warga. Pengendara bisa lebih sering bertemu anak-anak, pejalan kaki, serta kendaraan yang keluar dari akses kecil.
Kecepatan yang wajar memberi ruang untuk membaca situasi tersebut.
Motor yang terawat juga terasa berbeda dalam pemakaian sehari-hari. Pengendara tidak perlu menebak apakah rem masih cukup pakem atau khawatir terhadap ban yang sudah lama tidak diperiksa.
Tidak semua suara kecil berarti motor rusak, dan tidak setiap perjalanan membutuhkan kunjungan ke bengkel. Yang lebih berguna adalah mengenali kondisi normal kendaraan sendiri.
Besok pagi ketika motor dikeluarkan dari teras rumah, pemeriksaan singkat mungkin hanya memakan beberapa menit. Di kota yang bergerak cepat seperti Surabaya, beberapa menit itu cukup murah dibandingkan masalah yang muncul di tengah jalan.
