Logo

Parkir Mobil Saat Panas Perlu Lebih Cermat

Tempat parkir bukan hanya soal jarak berjalan, tetapi juga kenyamanan dan keselamatan ketika kembali ke kendaraan.
Reporter:,Editor:

Jumat, 04 September 2026 11:00 UTC

Parkir Mobil Saat Panas Perlu Lebih Cermat

Ilustrasi: Parkir Lebih Teduh. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Parkir mobil saat panas sering dilakukan berdasarkan satu pertimbangan sederhana, yakni mencari tempat paling dekat dengan tujuan. Area terbuka pun dipilih meski kendaraan harus terpapar matahari selama berjam-jam.

Pada musim kemarau, kebiasaan tersebut layak mendapat perhatian. Kabin tertutup dapat mengalami kenaikan suhu dalam waktu singkat meski kondisi di luar kendaraan terasa masih dapat ditoleransi.

CDC Amerika Serikat mencatat suhu di dalam mobil dapat meningkat hampir 20 derajat Fahrenheit atau sekitar 11 derajat Celsius hanya dalam 10 menit pertama. Membuka sedikit jendela juga tidak cukup mencegah kenaikan tersebut.

Konteksnya relevan dengan Jawa Timur pada September 2026. Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur menyatakan provinsi ini sedang berada pada puncak musim kemarau periode Agustus–September, dengan kondisi cuaca cenderung lebih panas dan kering.

 

Parkir Mobil Saat Panas Bukan Sekadar Soal Kabin

Ketika kendaraan berada di bawah matahari, energi matahari masuk melalui kaca dan memanaskan berbagai permukaan interior. Dasbor, jok, setir, serta bagian kabin lainnya kemudian ikut melepaskan panas.

Akibatnya, kendaraan yang sebelumnya nyaman dapat terasa sangat panas ketika pengemudi kembali. Kondisi tersebut sering langsung direspons dengan menyalakan AC pada pengaturan tinggi.

National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA bahkan menyebut suhu kabin dapat melampaui 115 derajat Fahrenheit atau sekitar 46 derajat Celsius ketika suhu luar hanya 70 derajat Fahrenheit atau sekitar 21 derajat Celsius.

Angka tersebut tidak berarti setiap kendaraan akan mencapai suhu yang sama. Warna kendaraan, paparan matahari, durasi parkir, jenis kaca, kondisi cuaca, dan lingkungan sekitar dapat memberikan hasil berbeda.

Namun, data tersebut menunjukkan satu hal penting. Mobil tertutup dapat menjadi jauh lebih panas daripada udara di sekitarnya.

 

Tempat Teduh Membantu Mengurangi Beban Panas

Mencari parkir di bawah pohon atau bangunan dapat menjadi pilihan ketika tersedia. Selain membuat perjalanan pulang lebih nyaman, langkah ini membantu mengurangi paparan langsung matahari terhadap kabin.

Departemen Energi Amerika Serikat atau DOE menyarankan kendaraan diparkir di area teduh atau tertutup saat cuaca panas. Penggunaan pelindung kaca depan juga dianjurkan untuk membantu mencegah kabin menjadi terlalu panas.

Namun, tempat teduh tidak selalu tersedia, terutama di pusat perbelanjaan, kantor, tempat wisata, atau fasilitas publik dengan area parkir terbuka.

Pelindung kaca dapat menjadi alternatif sederhana dalam situasi tersebut. Fungsinya terutama mengurangi paparan matahari langsung pada area dasbor dan bagian depan kabin.

Memilih parkir yang sedikit lebih jauh tetapi terlindungi juga bisa dipertimbangkan. Tambahan berjalan beberapa puluh meter terkadang lebih nyaman dibandingkan meninggalkan mobil berjam-jam tepat di bawah matahari.

Tetap sesuaikan pilihan dengan keamanan lokasi, kondisi fisik, barang bawaan, serta kebutuhan penumpang.

 

Tempat Teduh Bukan Jaminan Aman bagi Anak

Ada batas penting yang perlu dipahami dalam memilih lokasi parkir. Area teduh bukan berarti mobil tertutup menjadi tempat aman untuk meninggalkan penumpang.

NHTSA menegaskan bahwa menurunkan kaca atau parkir di tempat teduh hanya memberikan sedikit perubahan terhadap suhu interior kendaraan. Tubuh anak juga dapat mengalami kenaikan suhu tiga sampai lima kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

CDC memberikan imbauan serupa. Bayi dan anak tidak boleh ditinggalkan di mobil terparkir meskipun jendelanya dalam kondisi terbuka.
Risikonya bukan persoalan apakah orang dewasa hanya pergi selama beberapa menit. Suhu kabin dapat meningkat cepat, sementara anak kecil bergantung kepada orang dewasa untuk mendapatkan pendinginan dan cairan.

NHTSA mencatat lebih dari 50 persen kematian anak akibat vehicular heatstroke terjadi setelah orang tua atau pengasuh lupa bahwa anak masih berada di kendaraan.

Lembaga tersebut menyarankan pengemudi membiasakan diri memeriksa seluruh kabin, terutama kursi belakang, sebelum mengunci kendaraan.

Karena itu, tempat parkir terbaik sekalipun tidak menggantikan kebiasaan memeriksa penumpang sebelum meninggalkan mobil.

 

September Masih Membawa Kondisi Kering

Perhatian terhadap lokasi parkir terasa semakin relevan memasuki September. BMKG sebelumnya memproyeksikan puncak musim kemarau nasional berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026.

Sebanyak 169 Zona Musim atau ZOM diperkirakan mengalami puncak kemarau pada September. Jumlah tersebut mewakili sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia.

Untuk Jawa Timur, karakter kemarau tahun ini juga perlu diperhatikan. Prediksi BMKG Jawa Timur mencatat puncak musim kemarau dominan terjadi pada Agustus di 53 ZOM atau sekitar 70,9 persen luas wilayah provinsi.

Pada periode 4–7 September, kondisi Indonesia secara umum diperkirakan berkisar cerah berawan hingga hujan sedang. Jawa Timur juga termasuk wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Artinya, kemarau tidak selalu identik dengan langit cerah sepanjang hari. Pengemudi tetap perlu mengikuti perkembangan cuaca lokal, terutama ketika kendaraan diparkir di bawah pohon atau area terbuka.

 

Sedikit Persiapan Membuat Parkir Lebih Nyaman

Kebiasaan memilih tempat parkir bisa dimulai dari beberapa pertimbangan sederhana. Cari area terlindungi jika kondisinya aman dan memungkinkan, terutama ketika kendaraan akan ditinggalkan cukup lama.

Jika hanya tersedia tempat terbuka, pelindung kaca depan dapat digunakan untuk mengurangi paparan langsung pada interior. Barang yang sensitif terhadap panas juga sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja di dalam kabin.

Saat kembali, jangan buru-buru duduk di dalam kendaraan yang panas. Buka pintu atau jendela sebentar agar udara panas dapat keluar sebelum pendingin digunakan secara penuh.

DOE memang menyarankan pengendara menurunkan jendela pada awal perjalanan dalam kondisi tertentu dan menggunakan AC ketika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Pendekatan sederhana tersebut membantu menjaga kenyamanan tanpa memperlakukan pendingin sebagai satu-satunya solusi.

Musim kemarau juga menjadi pengingat bahwa keputusan kecil dalam berkendara dapat memengaruhi kenyamanan sehari-hari. Bahkan pilihan tempat meninggalkan kendaraan selama satu atau dua jam layak dipikirkan.

Parkir mobil saat panas pada akhirnya bukan perlombaan mendapatkan posisi terdekat dari pintu masuk. Sedikit perhatian terhadap naungan, kondisi cuaca, penumpang, dan paparan matahari dapat membuat pengalaman kembali ke kendaraan terasa jauh lebih nyaman.