Logo

Cuaca Panas, Cek Tekanan Ban Sebelum Berkendara

Ban yang terlihat baik belum tentu memiliki tekanan yang tepat untuk perjalanan.
Reporter:,Editor:

Jumat, 11 September 2026 00:00 UTC

Cuaca Panas, Cek Tekanan Ban Sebelum Berkendara

Ilustrasi: Cek Ban Sebelum Jalan. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Tekanan ban mobil menjadi detail kecil yang semakin penting diperhatikan ketika cuaca panas dan kering mendominasi aktivitas harian. Ban bekerja menghadapi panas lingkungan, gesekan permukaan jalan, beban kendaraan, serta perubahan tekanan selama perjalanan.

Momentum ini relevan pada September 2026. BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau masih terjadi pada 169 Zona Musim atau sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia pada September. 

Kondisi Jawa Timur juga perlu diperhatikan. Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut Agustus–September sebagai periode puncak kemarau, dengan cuaca yang cenderung lebih panas dan kering. Prediksi curah hujan September di provinsi ini berada pada kisaran 0–87 mm. 

Bagi pengendara, kondisi tersebut menjadi pengingat untuk tidak hanya memikirkan AC kabin. Ban yang menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan juga membutuhkan perhatian rutin.

 

Tekanan Ban Mobil Berubah Selama Perjalanan

Udara di dalam ban tidak berada dalam kondisi yang benar-benar tetap. Perubahan temperatur dapat memengaruhi tekanan, sementara perjalanan membuat ban dan udara di dalamnya semakin hangat.

Dokumen keselamatan kendaraan yang tersedia melalui National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mencatat tekanan ban dapat meningkat sekitar 2–6 psi selama kendaraan beroperasi. Karena itu, tekanan yang terbaca setelah perjalanan tidak bisa langsung dibandingkan dengan standar tekanan ban dingin. 

Inilah alasan pemeriksaan ideal dilakukan ketika ban masih dingin. NHTSA mendefinisikan kondisi tersebut sebagai kendaraan yang belum dikendarai setidaknya selama tiga jam. Pemeriksaan juga dapat dilakukan setelah kendaraan bergerak kurang dari sekitar 1,6 kilometer setelah berdiam selama tiga jam. 

Kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah mengurangi udara karena tekanan terlihat naik setelah perjalanan. Padahal kenaikan tersebut bisa merupakan efek normal ketika ban telah bekerja dan memanas.

Patokan yang lebih aman bukan sekadar angka yang terasa familiar. Gunakan rekomendasi tekanan dari produsen kendaraan yang biasanya tercantum pada label di area pintu pengemudi atau buku manual.

 

Ban Kurang Angin Juga Bermasalah Saat Panas

Cuaca panas sering membuat orang lebih khawatir terhadap ban yang terlalu keras. Namun, ban dengan tekanan terlalu rendah juga tidak boleh dianggap lebih aman.

Tekanan rendah membuat bagian ban mengalami kelenturan berlebihan ketika berputar. NHTSA menjelaskan kondisi underinflation dapat meningkatkan pembentukan panas akibat fleksibilitas dan gesekan, yang selanjutnya berpotensi memicu kerusakan ban. 

Risikonya semakin relevan ketika perjalanan berlangsung lama pada cuaca panas. NHTSA mengingatkan temperatur tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat mempercepat deteriorasi ban serta berkontribusi terhadap blowout dan pemisahan tapak. 

Data keselamatan memberi gambaran bahwa perawatan ban bukan urusan kosmetik kendaraan. NHTSA mencatat 511 orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas terkait ban di Amerika Serikat sepanjang 2024. Angka tersebut memang bukan statistik Indonesia, tetapi menunjukkan konsekuensi keselamatan yang dapat menyertai masalah ban. 

Karena itu, kebiasaan sengaja mengurangi tekanan ban hanya karena hari terasa sangat panas bukan solusi yang tepat. Tekanan tetap perlu mengikuti rekomendasi kendaraan dalam kondisi ban dingin.

 

Tekanan Ban Mobil Tidak Cukup Dilihat dengan Mata

Ban modern dapat terlihat normal meskipun tekanannya tidak sesuai. Pemeriksaan visual memang berguna untuk mencari retakan, benjolan, benda tajam, atau keausan, tetapi tidak menggantikan alat pengukur.

NHTSA menyarankan tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan, diperiksa setidaknya sebulan sekali ketika kondisinya dingin. Alat pengukur tekanan sederhana dapat disimpan di kendaraan sehingga pemeriksaan tidak harus selalu menunggu jadwal servis. 

Perawatan tersebut juga berhubungan dengan efisiensi. Departemen Energi Amerika Serikat mencatat tekanan ban yang tepat dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar rata-rata sekitar 0,6 persen dan dalam kondisi tertentu hingga 3 persen. 

Sebaliknya, setiap penurunan rata-rata tekanan sebesar 1 psi pada ban yang kurang angin dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 0,2 persen. Angkanya terlihat kecil, tetapi dampaknya dapat terakumulasi pada kendaraan yang digunakan setiap hari. 

Jadi, mengecek tekanan bukan hanya dilakukan ketika ban mulai tampak kempis. Kebiasaan ini lebih efektif sebagai perawatan preventif sebelum masalah terasa saat kendaraan sudah berada di jalan.

 

Kemarau Membuat Pemeriksaan Sebelum Berkendara Makin Relevan

BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 bersifat lebih kering dari biasanya pada 451 Zona Musim atau sekitar 64,5 persen ZOM di Indonesia. Pada awal September, minimnya tutupan awan juga disebut dapat meningkatkan pemanasan permukaan pada pagi hingga siang hari. 

Bahkan analisis BMKG memperkirakan peluang tinggi curah hujan kurang dari 50 mm per bulan pada September mencakup Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, serta sejumlah wilayah lainnya. 

Situasi seperti ini membuat rutinitas sederhana sebelum perjalanan terasa lebih masuk akal. Periksa tekanan saat ban dingin, lihat kondisi tapak dan dinding ban, kemudian sesuaikan tekanannya dengan rekomendasi produsen.

Jangan pula mengandalkan Tire Pressure Monitoring System atau TPMS sepenuhnya pada mobil yang memilikinya. NHTSA menjelaskan sistem tersebut memberikan peringatan ketika ban sudah mengalami kondisi tekanan yang rendah secara signifikan. Pemeriksaan manual bulanan tetap dianjurkan. 

Kebiasaan ini semakin berguna sebelum perjalanan jauh, membawa muatan lebih banyak, atau ketika kendaraan setiap hari melewati jalan yang panas dan kering.

Tekanan ban mobil pada akhirnya bukan angka yang perlu ditebak berdasarkan cuaca. Pengendara cukup berpegang pada spesifikasi kendaraan, melakukan pengukuran ketika ban dingin, dan memeriksanya secara berkala.

Di tengah September yang masih kering dan panas, rutinitas beberapa menit tersebut dapat membantu menjaga ban bekerja sebagaimana mestinya. Perjalanan pun terasa lebih tenang tanpa menunggu ban memberikan tanda masalah terlebih dahulu.