Jumat, 11 September 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Kabin Panas Setelah Parkir. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Kabin mobil panas bukan sekadar persoalan rasa tidak nyaman setelah kendaraan lama terparkir di bawah matahari. Ruang tertutup, kaca, dashboard, jok, dan permukaan interior dapat menyerap sekaligus menyimpan panas dalam waktu relatif cepat.
Situasi ini semakin relevan pada September 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia berlangsung hingga September, sementara kondisi lebih kering dari normal diperkirakan terjadi pada 64,5 persen Zona Musim sepanjang kemarau 2026.
Jawa Timur juga masih berada dalam periode puncak kemarau pada Agustus–September. Cuaca yang cenderung panas dan kering membuat mobil yang terparkir di area terbuka layak mendapat perhatian sebelum kembali digunakan.
Persoalannya, kenaikan suhu di dalam kendaraan ternyata dapat berlangsung jauh lebih cepat daripada yang sering dibayangkan.
Kabin Mobil Panas Bisa Terjadi dalam Hitungan Menit
Meninggalkan mobil di area terbuka membuat radiasi matahari masuk melalui kaca dan memanaskan berbagai permukaan interior. Panas kemudian terperangkap di dalam ruang kendaraan yang tertutup.
National Weather Service Amerika Serikat menyebut temperatur di dalam kendaraan dapat naik sekitar 20 derajat Fahrenheit atau sekitar 11 derajat Celsius hanya dalam 10 menit.
Dalam satu jam, kenaikannya dapat mencapai sekitar 40 derajat Fahrenheit atau lebih dari 22 derajat Celsius. Sebagian besar kenaikan temperatur tersebut bahkan terjadi dalam 15–30 menit pertama.
Artinya, suhu udara luar yang terasa masih dapat ditoleransi tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di dalam mobil. Dashboard, setir, sabuk pengaman, dan jok yang terpapar langsung juga dapat terasa jauh lebih panas.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Temperature pada 2018 memberikan gambaran lebih konkret. Setelah mobil terparkir satu jam di bawah matahari, rata-rata temperatur kabin yang diteliti mencapai sekitar 46,7 derajat Celsius.
Permukaan tertentu bahkan lebih panas. Dalam penelitian tersebut, temperatur rata-rata dashboard mencapai sekitar 69,4 derajat Celsius, setir 52,8 derajat Celsius, dan jok 50,6 derajat Celsius.
Membuka Sedikit Kaca Bukan Solusi Utama
Ada kebiasaan meninggalkan celah kecil pada jendela dengan harapan udara panas dapat keluar selama mobil diparkir. Cara tersebut tidak dapat dianggap sebagai perlindungan utama dari kenaikan suhu kabin.
National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA menegaskan membuka sedikit jendela maupun memarkir kendaraan di tempat teduh tidak cukup untuk menjaga temperatur kabin tetap aman.
Pernyataan tersebut terutama berkaitan dengan bahaya meninggalkan anak di kendaraan. Namun, pesannya juga menunjukkan betapa cepat dan seriusnya akumulasi panas dalam ruang mobil tertutup.
Anak-anak memiliki risiko yang jauh lebih besar. NHTSA mencatat tubuh anak dapat mengalami peningkatan temperatur sekitar tiga hingga lima kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Batas bahayanya juga jelas. Heatstroke dapat terjadi ketika temperatur tubuh mencapai sekitar 104 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celsius, sedangkan sekitar 107 derajat Fahrenheit atau 41,7 derajat Celsius dapat berakibat fatal.
Karena itu, anak maupun hewan peliharaan tidak boleh ditinggalkan sendirian di dalam mobil, sekalipun perjalanan keluar kendaraan diperkirakan hanya berlangsung sebentar.
Cara Mendinginkan Kabin Sebelum Berkendara
Ketika kembali ke mobil yang terparkir di bawah matahari, pengendara tidak harus langsung duduk, menutup pintu, lalu memaksa AC bekerja maksimal.
Membuka pintu dan jendela terlebih dahulu dapat membantu mengeluarkan sebagian udara panas yang terperangkap. Setelah udara awal keluar, kendaraan dapat dinyalakan dan sistem pendingin digunakan sesuai kebutuhan.
Departemen Energi Amerika Serikat juga menyarankan membuka jendela ketika pertama kali masuk ke mobil yang panas. Tujuannya agar udara panas keluar sebelum sistem AC bekerja lebih berat.
Setelah kabin mulai terasa lebih nyaman, jendela dapat ditutup kembali. Fitur resirkulasi udara kemudian dapat digunakan agar sistem lebih banyak mendinginkan udara yang sudah berada di dalam kabin.
Kebiasaan sederhana ini berbeda dengan membiarkan jendela sedikit terbuka selama kendaraan ditinggalkan. Fokusnya adalah membuang udara panas secara aktif ketika pengendara sudah kembali ke kendaraan.
Pada mobil yang memiliki fitur remote AC atau pendinginan jarak jauh, fungsi tersebut juga dapat dimanfaatkan sesuai petunjuk pabrikan. Namun, kendaraan tetap tidak boleh digunakan sebagai ruang tunggu bagi anak yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Lokasi Parkir Membantu Mengurangi Paparan Panas
Pilihan tempat parkir dapat menjadi langkah pertama mengurangi kabin mobil panas. Area beratap atau terlindungi dari paparan matahari langsung akan lebih menguntungkan dibandingkan lahan terbuka.
Studi 2018 dalam jurnal Temperature menemukan kendaraan yang diparkir di tempat teduh selama satu jam memiliki temperatur kabin rata-rata sekitar 37,8 derajat Celsius. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sekitar 46,7 derajat Celsius pada kendaraan yang terkena matahari langsung.
Meski begitu, 37,8 derajat Celsius tetap bukan temperatur yang bisa dianggap sejuk atau aman untuk meninggalkan seseorang di kendaraan.
Sunshade pada kaca depan dapat membantu mengurangi paparan langsung ke dashboard dan bagian interior tertentu. Pemilik mobil juga bisa memperhatikan benda yang ditinggalkan di dalam kabin ketika kendaraan harus lama berada di bawah matahari.
Barang elektronik, aerosol, makanan tertentu, serta benda sensitif terhadap panas sebaiknya tidak dibiarkan sembarangan. Suhu kabin yang tinggi dapat memengaruhi kondisi berbagai barang meskipun dari luar mobil terlihat normal.
Kemarau Menjadi Pengingat Kebiasaan Kecil di Mobil
Prediksi BMKG menunjukkan musim kemarau 2026 tidak seragam di seluruh Indonesia. Namun, sekitar 451 Zona Musim atau 64,5 persen ZOM diperkirakan mengalami sifat musim kemarau bawah normal atau lebih kering dibandingkan biasanya.
Pada September, BMKG juga memprediksi sejumlah wilayah termasuk Pulau Jawa memiliki peluang tinggi mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan.
Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap panas kendaraan relevan untuk rutinitas sehari-hari. Tidak diperlukan perubahan besar, tetapi kebiasaan masuk mobil setelah parkir bisa dibuat lebih aman dan nyaman.
Cari tempat parkir terlindungi bila tersedia, keluarkan udara panas sebelum berkendara, manfaatkan AC dengan tepat, dan jangan meninggalkan anak maupun hewan di kabin.
Kabin mobil panas memang akan kembali dingin setelah sistem pendingin bekerja. Namun, memahami seberapa cepat temperatur meningkat membuat pengendara tidak lagi menganggap panas di dalam kendaraan sebagai persoalan kenyamanan semata.
