Perang Dagang, Trump Genjot Tarif Barang Asal Cina

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 9 Mei 2019 - 14:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Cina “melanggar perjanjian” dalam pertemuan perdagangan, pasca rencana AS meningkatkan tarif atas barang asal Cina.

Komentar Trump muncul merespon perkataan Beijing, bahwa Cina akan membalas “dengan sikap yang diperlukan” jika AS meningkatkan tarif pada produk Cina, dikutip dari Bbc, Kamis 9 Mei 2019.

Tarif adalah pajak yang dibayar oleh importir atas barang dari luar, sehingga 25 persen dari tarif yang diterapkan AS pada barang dari Cina akan dibayar oleh perusahaan importir AS.

 “Mereka melanggar perjanjian..mereka tak bisa melakukan itu. Jadi mereka akan membayarnya,” kata Trump pada suporternya, saat kampanye di Florida, Jumat.

BACA JUGA: Lambannya Perundingan Dagang AS-Cina Lemahkan Rupiah

Ia mengatakan, jika dua pihak tidak menyepakati perjanjian, maka “tak ada yang salah dengan mengambil lebih dari USD 100 miliar per tahun,”.

Namun belakangan, dua pihak seolah mendekati kesepakatan yang akan mengakhiri perang dagang.

Namun pada Minggu, Trump mencuit di Twitternya, jika AS akan meningkatkan tarif mencapai USD 200 miliar untuk produk Cina di pekan ini, dan bisa segera memperkenalkan tarif baru.

Perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer belakangan menuduh Cina melanggar komitmen dalam perdagangan. Meskipun, ia menegaskan jika perjanjian dengan Beijing masih memungkinkan.

BACA JUGA: Perang Dagang AS-China Buka Peluang Bagi Industri di Indonesia

Tudingan berbalas komentar pedas itu bermula dari kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah Donald Trump.

Sebelumnya, Lighthizer mengeluarkan catatan resmi pada Rabu, tarif pada produk elektronik Cina, mesin, suku cadang mobil, dan furnitur, akan naik 25 persen pada Jumat.

Tarif sebesar 200 miliar pada produk Cina seharusnya naik 25 persen, dari 10 persen, di awal tahun. Namun kenaikan itu ditunda menunggu negosiasi lebih lanjut.

Jika AS tetap menaikkan tarif, maka Cina akan bertindak serupa.

BACA JUGA: AS-Cina Sepakat Perang Dagang Ditangguhkan

“Eskalasi friksi perdagangan bukanlah keinginan  penduduk dua negara dan penduduk dunia,” kata Menteri Perdagangan Cina, dalam sebuah pernyataan.

“Pihak Cina sangat menyesalkan jika tarif AS ini diterapkan, Cina akan melakukan respon yang dibutuhkan,”.

Trump juga mengatakan akan menambahkan USD 325 miliar atas produk Cina, dengan pajak 25 persen, secepatnya.

Dua negara telah menerapkan tarif miliaran dolar pada produk masing-masing negara, menyebabkan ketidakpastian dalam bisnis dan memberatkan ekonomi global.

BACA JUGA: Pameran Impor Cina, Indonesia Siap jadi Mitra Dagang Cina

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, peningkatan tensi perdagangan AS dan Cina menjadi salah satu faktor yang secara signifikan “melemahkan ekspansi global” akhir tahun lalu, di mana IMF memotong prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

Baca Juga

loading...