Penurunan Harga Tiket Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Rochman Arief

Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:28

JATIMNET.COM, Jakarta – Kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tarif tiket pesawat sangat dinantikan masyarakat untuk membantu mengatasi persoalan daya beli ke depannya.

“Tingginya harga tiket memiliki efek domino yang luar biasa terhadap banyak sektor. Efek berantai terjadi, karena tingginya harga tiket berpotensi membuat daya beli masyarakat lebih rendah," kata pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi, Sabtu 30 Maret 2019.

Menurutnya, saat ini kondisi mahalnya tarif tiket pesawat dapat dikatakan sudah sangat mengkhawatirkan. Hal tersebut, lanjutnya, juga berdampak kepada semua yang berhubungan dengan industri hulu dan hilir.

“Termasuk pariwisata, hotel, kuliner, travel, dan industri lainnya seperti pedagang kecil di berbagai tempat. Dampak negatif tidak hanya dirasakan di pusat, tetapi juga di berbagai daerah,” ujarnya.

BACA JUGA: Telur dan Tiket Pesawat Sumbang Deflasi di Jawa Timur

Dia meminta negara harus hadir dan semestinya bisa menerapkan tindakan keras terhadap maskapai yang menetapkan harga tiket semaunya, karena publik harus terlindungi.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Perhubungan menetapkan dalam Peraturan Menteri bahwa tarif batas bawah maskapai penerbangan berjadwal kelas ekonomi menjadi paling rendah sebesar 35 persen dari tarif batas atas.

“Kami merilis dua regulasi, satu mengenai Peraturan Menteri (Permen) Nomor 20 kemudian Keputusan Menteri Nomor 72 yang isinya mengenai masalah tarif untuk penerbangan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin, Jumat 29 Maret 2019.

BACA JUGA: Tingginya Harga Tiket Pesawat Berimbas Volume Penumpang

Peraturan baru yang dikeluarkan Kemenhub itu adalah Permenhub Nomor 20/2019 dan Keputusan Menteri Nomor 72/2019.

Regulasi baru tersebut menggantikan Permen 14 Nomor 2016 di mana dalam Pasal 9 ayat 3 di ketentuan lama, batas bawah tarif batas bawah hanya sebesar 30 persen. Adapun kenaikan batas bawah menjadi 35 persen tersebut merupakan nominal yang diambil dari tarif batas atas.

Sebagai gambaran, jika harga tiket penerbangan kelas ekonomi sebesar Rp 1 juta, maskapai tidak boleh memasang tarif lebih rendah dari Rp 350.000 atau 35 persen setelah pemberlakuan aturan ini. (ant)

Baca Juga

loading...