Logo

Pentingnya Ruang Terbuka bagi Kehidupan Urban

Ruang kota yang nyaman tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia.
Reporter:,Editor:

Rabu, 01 July 2026 10:00 UTC

Pentingnya Ruang Terbuka bagi Kehidupan Urban

Ilustrasi: Kota Lama Surabaya street vibes -Dx Gen-AI.

JATIMNET.COM - Ruang terbuka menjadi salah satu elemen yang semakin menentukan kualitas kehidupan masyarakat perkotaan. Di tengah pertumbuhan kota yang cepat, keberadaan taman, alun-alun, jalur pedestrian, hingga plaza publik memberikan kesempatan bagi warga untuk beristirahat, bergerak aktif, dan berinteraksi tanpa harus berada di ruang komersial.

 

Indonesia terus mengalami peningkatan urbanisasi. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 66 persen penduduk Indonesia diperkirakan akan tinggal di wilayah perkotaan pada 2045. Tren tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap ruang terbuka yang berkualitas akan semakin besar seiring bertambahnya kepadatan penduduk.

 

 

Kota Padat Membutuhkan Ruang Bernapas

 

Pertumbuhan bangunan, kawasan permukiman, dan pusat bisnis sering kali mengurangi ruang terbuka yang tersedia. Padahal, ruang publik memiliki fungsi ekologis sekaligus sosial yang tidak dapat digantikan oleh infrastruktur lain.

 

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menetapkan bahwa setiap kota seharusnya memiliki minimal 30 persen ruang terbuka hijau, terdiri atas sekitar 20 persen ruang terbuka hijau publik dan 10 persen ruang terbuka hijau privat. Target tersebut bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.

 

Semakin terbatas ruang terbuka, semakin tinggi pula risiko munculnya pulau panas perkotaan, berkurangnya area resapan air, dan menurunnya kualitas udara.

 

 

Ruang Terbuka Mendukung Aktivitas Fisik

 

Keberadaan taman dan jalur pedestrian mendorong masyarakat lebih aktif bergerak. Berjalan kaki, bersepeda, jogging, atau senam menjadi aktivitas yang mudah dilakukan ketika fasilitas tersedia dengan baik.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,8 miliar orang dewasa di dunia belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada 2024. Kondisi tersebut meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

 

Karena itu, penyediaan ruang terbuka bukan hanya berkaitan dengan estetika kota, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung kesehatan masyarakat.

 

 

Ruang Publik Menghidupkan Interaksi Sosial

 

Selain fungsi lingkungan, ruang terbuka juga memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Orang dapat bertemu tanpa harus mengeluarkan biaya besar, mengikuti kegiatan komunitas, menikmati pertunjukan seni, atau sekadar berbincang santai.

 

Di Surabaya, berbagai ruang publik seperti kawasan Kota Lama, Taman Bungkul, dan koridor pedestrian di pusat kota menunjukkan bagaimana ruang terbuka mampu menarik beragam kelompok usia. Mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga keluarga dapat menikmati fasilitas yang sama dalam suasana yang inklusif.

 

Aktivitas tersebut juga memberikan dampak ekonomi. Kehadiran pengunjung menciptakan peluang bagi pelaku UMKM, seniman jalanan, fotografer, hingga penyelenggara kegiatan komunitas yang memanfaatkan ruang publik sebagai lokasi berkegiatan.

 

 

Masa Depan Kota Ditentukan oleh Ruang Bersama

 

Kota modern tidak lagi hanya dinilai dari kemegahan bangunan atau luas kawasan bisnisnya. Banyak indeks kota layak huni di dunia menempatkan akses terhadap ruang hijau, kenyamanan berjalan kaki, dan kualitas ruang publik sebagai indikator penting.

 

Ruang terbuka yang terawat menghadirkan manfaat yang saling berkaitan. Lingkungan menjadi lebih nyaman, aktivitas masyarakat meningkat, interaksi sosial lebih hidup, dan ekonomi lokal ikut bergerak.

 

Karena itu, ruang terbuka perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kota. Ketika ruang bersama dirancang dengan baik dan dimanfaatkan secara aktif, masyarakat memperoleh tempat untuk beraktivitas, beristirahat, dan membangun hubungan sosial yang menjadi fondasi kehidupan urban yang sehat.