Selasa, 11 August 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Merah Putih Terpasang Rapi. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Memasang Bendera Merah Putih menjadi pemandangan akrab ketika Agustus tiba. Di Surabaya, warna merah putih mulai muncul dari jalan utama, gang kampung, halaman pertokoan, sampai teras rumah yang lebarnya hanya beberapa meter.
Ada sisi praktis yang kadang luput diperhatikan. Tiang terlalu miring dapat mengganggu akses kendaraan, kain mudah tersangkut tanaman, sementara posisi yang terlalu rendah membuat bendera rentan terkena pagar atau benda lain.
Sedikit perencanaan membuat hasilnya jauh lebih rapi. Terlebih, Bendera Merah Putih bukan ornamen musiman biasa. Ada ketentuan penggunaan yang perlu dihormati ketika memasangnya di rumah.
Ukuran Bendera Tak Perlu Ditebak
Proporsi Merah Putih telah ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Bendera Negara berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar dua pertiga dari panjangnya. Bagian atas berwarna merah dan bagian bawah putih, keduanya sama besar.
Untuk penggunaan di halaman rumah, undang-undang mencantumkan ukuran 100 x 150 sentimeter. Ukuran tersebut cukup proporsional untuk banyak rumah tanpa membuat bendera terlihat tenggelam atau justru terlalu besar dibanding fasad.
Ketentuan itu membantu ketika membeli bendera baru. Produk dengan ukuran yang jelas lebih mudah disesuaikan dengan panjang tiang, posisi pagar, serta ruang kosong di halaman.
Sebelum memasang, bentangkan dahulu kainnya. Periksa jahitan, warna, tali pengikat, dan permukaan kain. UU Nomor 24 Tahun 2009 juga melarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
Bendera yang sudah bertahun-tahun tersimpan di lemari sebaiknya diperiksa lagi. Lipatan bisa dirapikan, sedangkan bendera yang kondisinya sudah tidak layak sebaiknya tidak dipaksakan untuk kembali berkibar.
Posisi Tiang Perlu Mengikuti Aktivitas Rumah
Di banyak permukiman Surabaya, halaman depan menjalankan beberapa fungsi sekaligus. Pagi digunakan untuk mengeluarkan motor, siang menjadi area menerima paket, malam berubah menjadi tempat duduk santai. Carport pun sering berbagi ruang dengan teras.
Memasang tiang tepat di jalur keluar-masuk kendaraan mungkin terlihat bagus saat halaman kosong. Beberapa jam kemudian, posisinya justru merepotkan ketika motor harus lewat atau pintu pagar dibuka penuh.
Sudut pagar atau sisi teras biasanya lebih praktis selama bendera tetap terlihat jelas. Tiang juga perlu terpasang stabil sehingga tidak mudah bergeser saat tertiup angin.
Hal lain yang patut diperiksa adalah jangkauan kain ketika berkibar. Jangan sampai ujung bendera terus bergesekan dengan tembok, tanaman berduri, kabel, atap rendah, atau kendaraan yang diparkir. Kerapian akhirnya banyak ditentukan oleh hal-hal kecil semacam ini.
Ada Waktu Pengibaran yang Diatur
Untuk rumah, memasang Merah Putih pada Agustus memiliki dasar yang jelas. Pasal 7 UU Nomor 24 Tahun 2009 mewajibkan pengibaran Bendera Negara pada 17 Agustus oleh warga yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, serta transportasi pribadi di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah daerah juga memberikan Bendera Negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu agar kewajiban tersebut dapat dijalankan.
Secara umum, pengibaran dan pemasangan dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam. Dalam keadaan tertentu, Bendera Negara dapat dikibarkan atau dipasang pada malam hari.
Aturan ini menjelaskan kenapa memperlakukan Merah Putih seperti dekorasi biasa kurang tepat. Bendera memiliki kedudukan sebagai simbol negara, sehingga penempatannya pun layak mendapatkan perhatian lebih daripada pita atau umbul-umbul.
Untuk kebutuhan dekoratif, rumah masih bisa menggunakan aksesori merah putih di tempat lain. Biarkan Bendera Negara berdiri pada posisi yang jelas sehingga tidak bercampur dengan terlalu banyak ornamen.
Agustus di Surabaya Berarti Panas Juga Perlu Dihitung
Matahari Surabaya punya peran besar dalam urusan halaman rumah. Data normal iklim BMKG untuk periode 1991–2020 menempatkan sebagian besar wilayah Jawa Timur pada pola hujan monsunal.
Agustus termasuk periode musim kering di banyak kawasan provinsi ini. Untuk Agustus 2026, BMKG memprediksi 71,55 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–100 milimeter per bulan.
Situasi tersebut membuat bendera di luar rumah cukup sering berhadapan dengan paparan matahari, debu, dan angin. Warna kain dapat terlihat kusam lebih cepat apabila kondisinya tidak pernah diperiksa.
Tak perlu membuat jadwal perawatan khusus. Saat menyapu teras atau membuka pagar pagi hari, lihat sebentar apakah tali masih kuat, kain tersangkut, atau tiang mulai longgar.
Setelah hujan, bendera yang basah juga jangan dibiarkan menempel lama pada permukaan kotor. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga tampilannya selama periode pemasangan.
Rapi Tidak Sama dengan Harus Seragam
Surabaya dihuni jutaan orang dengan bentuk hunian yang sangat beragam. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 dari BPS, jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai sekitar 2,87 juta jiwa. Kepadatannya berada di atas 8.000 jiwa per kilometer persegi.
Dalam kota sepadat itu, wajar bila ruang depan setiap rumah berbeda. Ada rumah dengan halaman luas, ada yang berbatasan langsung dengan gang, ada pula hunian yang seluruh bagian depannya menjadi carport.
Maka, tidak ada alasan memaksakan posisi pemasangan yang sama untuk semua rumah.
Rumah dengan halaman kecil dapat memakai dudukan tiang pada sisi pagar. Halaman yang lebih luas mempunyai keleluasaan menempatkan tiang tegak.
Pada gang sempit, penghuni perlu lebih memperhatikan agar posisi bendera tidak mengganggu pengguna jalan. Yang perlu dipertahankan adalah kelayakan dan penghormatannya.
Saat pertengahan Agustus tiba, suasana Surabaya biasanya berubah sedikit demi sedikit. Merah putih terlihat di antara pohon jalan, pagar rumah, warung, dan gang yang sehari-hari dipenuhi motor keluar-masuk.
Memasang Bendera Merah Putih dengan rapi sebenarnya tidak membutuhkan penataan rumit. Ukur ruangnya, periksa kondisi bendera, pilih posisi yang aman, dan pastikan tiangnya kokoh.
Setelah itu, biarkan Merah Putih menjadi pusat perhatian. Halaman rumah tidak membutuhkan banyak tambahan untuk memberi tanda bahwa Agustus sudah datang.
