Selasa, 11 August 2026 00:00 UTC

Ilustrasi: Rumah Bernuansa Merdeka. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Dekorasi merah putih mulai mudah ditemukan di teras, pagar, gang, hingga jalan lingkungan ketika Surabaya memasuki Agustus. Ada rumah yang penuh umbul-umbul, ada pula yang cukup memasang Sang Merah Putih dan beberapa aksen kecil di halaman.
Pilihan kedua punya daya tarik tersendiri. Warna merah yang kuat bisa cepat mendominasi ruangan bila digunakan terlalu banyak. Putih justru memberi jeda visual, terutama pada rumah perkotaan dengan fasad yang sudah memiliki banyak warna dan material.
Di Surabaya, pertimbangannya juga praktis. Teras dan halaman depan berhadapan langsung dengan panas, debu jalanan, angin, serta aktivitas lingkungan. Dekorasi yang sederhana sering lebih mudah dirawat sampai perayaan 17 Agustus selesai.
Mulai dari Bendera, Baru Tambahkan Dekorasi
Sebelum memikirkan pita, lampion atau ornamen lain, ada satu elemen yang sebaiknya mendapat tempat utama: Bendera Merah Putih.
Penggunaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Pasal 7 menyebut Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus oleh warga yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi.
Aturan tersebut juga menyebut pengibaran atau pemasangan pada umumnya dilakukan antara matahari terbit hingga matahari terbenam, meski dalam keadaan tertentu dapat dilakukan pada malam hari.
Proporsi Sang Merah Putih pun memiliki ketentuan. Lebarnya adalah dua pertiga dari panjang, dengan bidang merah dan putih sama besar. Untuk penggunaan di ruangan, UU tersebut mencantumkan ukuran 100 x 150 sentimeter. Keperluan lain dapat memakai ukuran berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.
Detail tersebut penting ketika rumah mulai dihias. Bendera Negara sebaiknya tetap terbaca sebagai elemen utama, sedangkan ornamen merah putih berfungsi sebagai pendamping visual.
Merah Tak Harus Memenuhi Seluruh Teras
Cara termudah membuat dekorasi terlihat rapi adalah membatasi titik warna. Pada rumah dengan dinding putih, abu-abu, krem, atau warna kayu, aksen merah sudah terlihat kuat meski jumlahnya sedikit. Sarung bantal kursi teras, pot tanaman, pita pada pagar, atau rangkaian kecil di pintu dapat menjadi pilihan.
Rumah-rumah Surabaya juga memiliki karakter yang beragam. Di kawasan lama, masih mudah ditemukan fasad dengan teras lebar dan pagar rendah. Di permukiman yang lebih baru, bagian depan rumah sering lebih ringkas karena berbagi ruang dengan carport. Maka, meniru dekorasi rumah lain belum tentu menghasilkan tampilan yang sama.
Untuk carport sempit, misalnya, ornamen vertikal di sisi pintu lebih efisien daripada memenuhi pagar. Teras yang luas bisa menggunakan dua atau tiga kelompok dekorasi dengan ruang kosong di antaranya. Rumah dengan banyak tanaman bahkan cukup memainkan pot merah, bunga putih, dan bendera.
Ruang kosong membuat mata lebih mudah mengenali elemen utama. Prinsip sederhana ini sering membuat dekorasi murah terlihat lebih tertata.
Cuaca Surabaya Ikut Menentukan Pilihan Bahan
Dekorasi Agustus berada di luar rumah selama berhari-hari. Pemilihan bahan akhirnya sama pentingnya dengan pilihan warna.
BMKG dalam prediksi curah hujan bulanan Agustus 2026 memperkirakan 71,55 persen wilayah Indonesia berada pada kategori curah hujan rendah, yakni 0–100 milimeter per bulan.
Sebanyak 28,31 persen diprediksi berada pada kategori menengah, sedangkan kategori tinggi hanya 0,14 persen. Surabaya sendiri memiliki pengalaman khas dengan cuaca yang terang dan udara hangat pada periode kemarau.
Kain tipis, kertas, perekat, dan ornamen plastik ringan yang terlihat bagus saat dipasang belum tentu bertahan ketika terkena panas dan angin berulang.
Dekorasi luar ruang lebih aman dibuat sederhana dan kokoh. Kain dapat dipasang pada titik yang tidak menyentuh tanah. Ornamen kecil perlu diikat dengan baik agar tidak mudah terlepas ke jalan atau selokan.
Bahan yang sudah tersedia di rumah juga layak dimanfaatkan. Pot lama dapat dicat ulang, botol kaca bisa menjadi vas, sementara kain merah putih sisa tahun sebelumnya dapat digunakan kembali selama masih bersih dan layak.
Hasilnya mungkin tidak seragam seperti dekorasi yang baru dibeli. Justru sedikit ketidaksempurnaan sering membuat halaman terasa seperti rumah yang benar-benar dihuni.
Surabaya Punya Alasan untuk Menjaga Tampilan Kampung
Dekorasi rumah pada bulan Agustus sulit dilepaskan dari lingkungan di sekitarnya. Satu rumah mungkin memilih gaya minimalis, tetapi ketika dilihat dari ujung gang, puluhan bendera dan ornamen membentuk wajah lingkungan yang berbeda.
Skalanya cukup besar untuk kota seperti Surabaya. BPS mencatat struktur ekonomi Surabaya pada 2025 mencapai Rp830,54 triliun berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, dengan pertumbuhan ekonomi 5,87 persen.
Perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menjadi kontributor terbesar, mencapai 26,97 persen dari struktur ekonominya.
Data ekonomi itu memberi sedikit konteks tentang karakter Surabaya: kota perdagangan yang padat aktivitas, tetapi kehidupan kampung dan permukimannya tetap terlihat kuat di antara pusat bisnis, jalan besar, mal, dan kawasan komersial.
Menjelang 17 Agustus, perbedaan tersebut terasa jelas. Dari gang permukiman hingga jalan lingkungan, dekorasi sering dikerjakan warga secara mandiri. Selera masing-masing rumah boleh berbeda tanpa harus kehilangan kesatuan visual.
Salah satu caranya adalah menyepakati satu elemen bersama. Warga bisa menggunakan ukuran umbul-umbul yang seragam di jalan, lalu membiarkan setiap rumah mengembangkan dekorasinya sendiri.
Tampilan lingkungan tetap menyatu, sementara penghuni tidak perlu membeli banyak hiasan yang hanya digunakan beberapa minggu.
Elegan Justru Lebih Mudah Dirawat
Ada keuntungan lain dari dekorasi merah putih yang lebih terkendali: beres-beres setelah Agustus menjadi jauh lebih ringan.
Pilih ornamen yang bisa dilipat, dicuci, atau disimpan. Hindari terlalu banyak benda sekali pakai.
Saat membeli dekorasi baru, bayangkan dahulu tempat penyimpanannya setelah perayaan selesai. Pertimbangan kecil tersebut cukup efektif mencegah lemari dipenuhi barang musiman.
Bendera juga perlu mendapat perhatian tersendiri. UU Nomor 24 Tahun 2009 melarang penggunaan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam. Jadi, memeriksa kondisinya sebelum dikibarkan merupakan langkah sederhana yang relevan setiap Agustus.
Pada akhirnya, dekorasi merah putih untuk rumah tidak ditentukan oleh banyaknya ornamen. Sebuah rumah di tengah gang Surabaya bisa terlihat meriah hanya dengan bendera yang terpasang baik, teras bersih, tanaman hijau, serta beberapa sentuhan merah dan putih.
Menjelang sore, ketika deretan bendera mulai terlihat sepanjang jalan kampung, rumah yang dekorasinya paling sederhana pun tetap menjadi bagian dari suasana Agustusan. Tidak harus ramai. Yang penting terawat dan enak dipandang.
