Rabu, 27 May 2026 03:00 UTC

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan)saat menyerahkan sapi bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada panitia kurban di Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu, 27 Mei 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa angin segar bagi peternak dan pedagang hewan kurban di Jawa Timur (Jatim).
Di saat kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil, penjualan sapi dan kambing kurban tahun ini justru mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun lalu.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa penjualan hewan kurban meningkat 30 persen di sejumlah sentra peternakan.
Menurutnya, lonjakan penjualan menjadi indikaor tingginya semangat beribadah masyarakat. Hal ini sekaligus menggairahkan ekonomi peternak lokal di Jatim.
Apalagi, pasokan hewan kurban juga mampu memenuhi permintaan. Dengan demikian, momentum Iduladha ini bisa menjadi berkah tersendiri bagi para peternak karena meningkatnya perputaran perekonomian mereka.
“Dari berbagai kunjungan kami ke sentra-sentra peternakan, rata-rata mereka menyampaikan penjualannya jauh lebih signifikan dibanding tahun lalu,” ujar Khofifah usai menyerahkan sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto secara simbolis kepada panitia kurban di Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu, 27 Mei 2026.
Khofifah mengatakan bahwa tren kenaikan penjualan hewan kurban menunjukkan daya tahan ekonomi masyarakat Jatim masih cukup kuat di tengah tekanan ekonomi global yang terjadi saat ini.
“Artinya semangat beribadah masyarakat Jawa Timur ini luar biasa. Peternak-peternak juga bisa membawa proses ini dengan sangat up-date karena banyak di antara mereka menjual secara digital. Jadi, digital ekosistem itu sangat membantu, baik bagi peternak maupun pembeli,” katanya.
Ia mencontohkan salah satu sentra peternakan di Desa Banjarejo, Kabupaten Lamongan, yang mengalami lonjakan penjualan cukup tinggi tahun ini.
“Di sana, mereka punya stok sekitar 300 ekor sapi. Saat kami berkunjung hari Senin lalu, sudah terjual 260 ekor. Mereka menyampaikan itu meningkat sekitar 30 persen dibanding penjualan tahun 2025,” ujarnya.
Khofifah mengatakan tren transaksi penjualan hewan kurban diperkirakan masih terus berlangsung hingga hari tasyrik atau beberapa hari setelah Iduladha.
“Hari ini pun masih ada transaksi jual beli karena sampai hari tasyrik, sampai hari Sabtu, proses pembelian hewan kurban masih berjalan,” katanya.
Tingginya penjualan hewan ternak juga ditopang oleh keberhasilan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Khofifah menyebut para peternak di sejumlah daerah seperti Nganjuk, Mojokerto, Tuban, hingga Lamongan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan atas bantuan vaksinasi dan vitamin ternak.
“Mereka rata-rata menyampaikan terima kasih kepada Pemprov melalui Dinas Peternakan karena ada vitamin dan vaksinasi PMK terutama. Itu sangat membantu mereka,” katanya.
Menurut Khofifah, PMK masih menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan sehingga pemerintah daerah terus melakukan langkah preventif agar wabah tersebut tidak kembali meluas.
“PMK atau penyakit mulut dan kuku ini sesuatu yang sangat ditakutkan para peternak, termasuk daerah lain bahkan negara tetangga kita. Karena itu kita melakukan langkah-langkah preventif semaksimal mungkin melalui vaksinasi dan pemberian vitamin untuk sapi-sapi dan ternak lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto di Masjid Al-Akbar Surabaya turut menjadi perhatian masyarakat.
Sapi berbobot besar tersebut secara simbolis diterima panitia masjid disaksikan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Momentum Iduladha tahun ini dinilai tidak hanya memperkuat nilai ibadah dan solidaritas sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat, khususnya sektor peternakan yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah tekanan ekonomi global.
