Logo

Pengendara Motor Perlu Waspada Dehidrasi Saat Panas

Rasa haus yang muncul di perjalanan bisa menjadi tanda tubuh sudah membutuhkan cairan.
Reporter:,Editor:

Jumat, 11 September 2026 08:00 UTC

Pengendara Motor Perlu Waspada Dehidrasi Saat Panas

Ilustrasi: Rehat Sejenak di Jalan. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Dehidrasi saat berkendara motor mudah dianggap persoalan kecil, terutama ketika perjalanan hanya dilakukan untuk bekerja atau menjalani aktivitas harian. Padahal, pengendara berada langsung di lingkungan luar dengan paparan panas, angin, pakaian tertutup, dan perlengkapan keselamatan.
Situasi tersebut relevan pada September 2026. BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia masih mengalami puncak musim kemarau pada September, termasuk periode yang cenderung panas dan kering di Jawa Timur.
Data BMKG menunjukkan sekitar 25,41 persen wilayah Zona Musim Indonesia diperkirakan mencapai puncak kemarau pada September 2026. Sementara itu, 64,5 persen Zona Musim diprediksi mengalami kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Bagi pengendara motor, cuaca seperti ini bukan alasan mengurangi perlengkapan keselamatan. Sebaliknya, tubuh perlu dipersiapkan agar tetap nyaman mengenakan helm dan pakaian pelindung sepanjang perjalanan.
Dehidrasi Saat Berkendara Bisa Datang Perlahan
Tubuh terus kehilangan cairan melalui keringat ketika berusaha mempertahankan temperatur normal. Kondisi tersebut dapat berlangsung tanpa terasa, terlebih ketika angin selama berkendara membuat keringat cepat menguap.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat agar memperbanyak konsumsi air ketika menghadapi cuaca panas. Anjurannya sederhana, jangan menunggu rasa haus muncul untuk mulai minum.
Kebutuhan cairan setiap orang memang tidak sama. Aktivitas fisik, kondisi kesehatan, temperatur lingkungan, makanan, hingga durasi berada di luar ruangan ikut memengaruhinya.
Sebagai gambaran umum, Angka Kecukupan Gizi Indonesia dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 menetapkan kebutuhan air harian laki-laki usia 19–29 tahun sebesar 2.500 mililiter. Untuk perempuan pada kelompok usia yang sama, angkanya 2.350 mililiter per hari.
Pada kelompok usia 30–49 tahun, angka kecukupan air tercatat 2.500 mililiter bagi laki-laki dan 2.350 mililiter bagi perempuan. Angka tersebut merupakan acuan kecukupan harian, bukan target khusus yang harus diminum sekaligus ketika berkendara.
Saat berada di lingkungan panas dan lebih banyak berkeringat, kebutuhan individu dapat berubah. Karena itu, kebiasaan membawa air minum terasa lebih masuk akal daripada menunggu tubuh sangat haus di tengah perjalanan.
Haus Bukan Satu-satunya Sinyal Tubuh
Dehidrasi ringan tidak selalu langsung membuat seseorang merasa sangat lemah. Beberapa tanda dapat muncul bertahap dan terlihat seperti gangguan biasa setelah perjalanan.
Centers for Disease Control and Prevention atau CDC memasukkan haus, keringat berlebih, sakit kepala, pusing, kelemahan, dan mual sebagai beberapa gejala heat exhaustion atau kelelahan akibat panas.
Kondisi tersebut berkaitan dengan hilangnya air dan garam melalui keringat berlebihan. Bagi pengendara, pusing atau kelemahan tentu tidak ideal ketika tubuh masih harus mengendalikan kendaraan di jalan.
Warna urine juga dapat menjadi petunjuk praktis dalam keseharian. National Health Service Inggris menyebut urine berwarna kuning gelap dengan bau kuat, frekuensi buang air kecil yang berkurang, rasa haus, pusing, dan mulut kering sebagai beberapa tanda dehidrasi.
Tujuannya bukan membuat pengendara terus menghitung setiap mililiter cairan. Yang lebih penting adalah mengenali perubahan tubuh sebelum keluhan berkembang menjadi lebih berat.
Ketika mulai pusing, mual, sangat lelah, atau tidak nyaman karena panas, jangan memaksakan perjalanan. Cari lokasi aman untuk berhenti dan pulihkan kondisi tubuh terlebih dahulu.
Helm Tetap Dipakai Meski Cuaca Terasa Menyengat
Cuaca panas terkadang memunculkan godaan untuk mengendurkan standar keselamatan, termasuk memilih helm yang tidak memadai atau bahkan berkendara tanpa perlindungan kepala.
Padahal, data Korps Lalu Lintas Polri yang dimuat dalam Statistik Transportasi Darat 2023 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan terdapat 148.575 kecelakaan lalu lintas di Indonesia sepanjang 2023.
Kecelakaan tersebut menyebabkan 26.155 orang meninggal dunia, 12.962 orang mengalami luka berat, dan 183.890 orang mengalami luka ringan.
Angka sebesar itu menjadi pengingat bahwa perlindungan berkendara tetap penting dalam kondisi cuaca apa pun. Mengurangi rasa gerah tidak sebanding dengan mengurangi perlindungan tubuh di jalan.
Pengendara bisa mencari helm yang memenuhi standar keselamatan dengan sistem ventilasi yang baik. Pakaian berkendara juga dapat dipilih dari material yang sesuai untuk cuaca panas tanpa mengorbankan perlindungan kulit.
Cara lain jauh lebih sederhana: atur perjalanan dan waktu istirahat. Tubuh tidak harus dipaksa terus bergerak hanya karena tujuan sudah terasa dekat.
Waktu Berkendara Ikut Menentukan Paparan Panas
BMKG menjelaskan minimnya tutupan awan dapat membuat penyinaran matahari ke permukaan lebih maksimal. Kondisi ini ikut meningkatkan suhu pada pagi menjelang siang hingga siang hari.
Pada periode kemarau, pengendara yang memiliki fleksibilitas waktu dapat mempertimbangkan perjalanan pada jam dengan paparan panas yang lebih nyaman. Pilihan ini terutama berguna untuk perjalanan nonmendesak dengan durasi panjang.
Namun, banyak pekerja tidak mempunyai kebebasan menentukan jam perjalanan. Dalam situasi tersebut, persiapan menjadi lebih penting daripada sekadar menghindari matahari.
Minum sebelum berangkat, membawa air, mengenakan perlengkapan berkendara yang sesuai, dan memilih lokasi berhenti yang aman dapat menjadi rutinitas sederhana.
Pengendara juga perlu menghindari kebiasaan mengganti kebutuhan air dengan minuman yang sangat tinggi gula secara terus-menerus. Kementerian Kesehatan menganjurkan menghindari minuman berkafein, berenergi, alkohol, dan minuman dengan kadar gula tinggi ketika menghadapi cuaca panas.
Berhenti Sejenak Lebih Baik daripada Memaksakan Tubuh
Heat exhaustion perlu ditangani dengan serius. CDC menyarankan orang yang mengalaminya untuk berpindah ke area sejuk, minum secara bertahap, menggunakan kompres dingin, serta membasahi kepala, wajah, dan leher dengan air dingin.
Situasinya berbeda ketika muncul gejala heat stroke. Kebingungan, kehilangan kesadaran, kejang, kulit sangat panas, atau temperatur tubuh yang sangat tinggi merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Bagi pengendara motor, pencegahannya dapat dimulai bahkan sebelum mesin dinyalakan. Pastikan tubuh tidak berangkat dalam keadaan haus, terlebih untuk perjalanan panjang pada siang hari.
Simpan botol minum di tas atau bagasi jika memungkinkan. Untuk perjalanan lebih jauh, tentukan tempat istirahat yang aman sehingga berhenti tidak dilakukan mendadak di bahu jalan.
Dehidrasi saat berkendara motor tidak perlu menunggu sampai tubuh benar-benar lemas untuk diperhatikan. Rasa haus, pusing, dan tubuh yang mulai tidak nyaman merupakan alasan yang cukup untuk berhenti sejenak.
Cuaca panas boleh menjadi bagian dari perjalanan September. Namun, keselamatan tetap bergantung pada pengendara yang mampu mengenali batas tubuhnya sendiri.