Logo

‎Pengawasan Arus Mudik Via Laut di Probolinggo Mendekati Lebaran Diperketat

Reporter:,Editor:

Kamis, 19 March 2026 08:01 UTC

‎Pengawasan Arus Mudik Via Laut di Probolinggo Mendekati Lebaran Diperketat

Petugas saat Melakukan Patroli Laut Utara Probolinggo. Foto: Zulafif

‎JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas penyeberangan laut dari dan menuju Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎Kondisi ini mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo untuk memperketat pengawasan demi menjamin keselamatan pelayaran.

‎Lonjakan penumpang didominasi warga yang hendak berbelanja kebutuhan Lebaran ke pusat Kota Probolinggo, serta perantau yang kembali ke kampung halaman.

Mobilitas tinggi ini, terlihat dari padatnya lalu lintas kapal penyeberangan tradisional yang beroperasi di jalur Pelabuhan Tanjung Tembaga–Pulau Gili Ketapang.

‎Sebagai langkah antisipasi, KSOP Probolinggo mengerahkan tiga kapal patroli untuk memantau aktivitas di perairan utara Probolinggo.

Pengawasan dilakukan secara rutin, guna memastikan kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan.

‎Selain pemantauan, petugas juga aktif memberikan edukasi kepada para nahkoda dan awak kapal terkait pentingnya keselamatan pelayaran.

Mereka diminta memastikan setiap penumpang menggunakan jaket pelampung, serta tidak melebihi kapasitas angkut.

‎Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, menegaskan bahwa peningkatan pengawasan ini merupakan upaya preventif di tengah tingginya arus mudik laut.

‎“Kami fokus pada pengawasan kapal penumpang tradisional yang mengalami peningkatan frekuensi perjalanan. Keselamatan menjadi prioritas, sehingga kami minta operator tidak mengangkut penumpang secara berlebihan,” ujarnya, Kamis (19/03/2026).

‎Ia juga mengingatkan agar pelayaran tidak dilakukan pada malam hari guna menghindari potensi risiko di laut, meskipun kondisi cuaca saat ini relatif bersahabat.

‎“Cuaca memang cenderung cerah, namun faktor keselamatan tetap harus diutamakan. Kami mengimbau agar pelayaran malam dihindari dan seluruh perlengkapan keselamatan wajib tersedia di kapal,” tambahnya.

‎Diketahui, setiap kapal penyeberangan tradisional rata-rata mengangkut sekitar 30 penumpang beserta barang bawaan, terutama kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

‎KSOP memprediksi arus penyeberangan masih akan meningkat hingga puncak Lebaran. Bahkan setelah hari raya, Pulau Gili Ketapang diperkirakan kembali ramai oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata bahari.