Logo

Evakuasi Korban Tabrakan KA di Bekasi Selama 10 Jam, Ini Cerita Keluarga

Reporter:

Kamis, 30 April 2026 11:00 UTC

Evakuasi Korban Tabrakan KA di Bekasi Selama 10 Jam, Ini Cerita Keluarga

Muhammad Hamid, ayah Mia Citra Rumaisha, salah seorang korban tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026 sedang memberikan keterangan tentang kesaksiannya dalam proses evakuasi. Foto: Nugroho

JATIMNET.COM, Ngawi – Kematian Mia Citra Rumaisha, 25 tahun, salah satu korban tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjadi duka mendalam bagi pihak keluarga.

Apalagi, kondisi almarhumah sempat membaik setelah berhasil dievakuasi, dirawat, dan dioperasi di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Tindakan medis itu dilakukan pada kaki kanan Mia Citra yang terjepit sekitar 9-10 jam pascatabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL, Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB.

“Kakinya biru setelah tergencet hampir 10 jam. Dokter menyarankan untuk dioperasi, setelah dioperasi sebenarnya agak sehat anak saya,” ungkap Muhammad Hamid, ayah Mia Citra, Kamis, 30 April 2026.

BACA:  Satu Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Dimakamkan di Ngawi

 “Tapi, wallahualam. Tadkir berkata lain dan ini yang terbaik,” lanjutnya usai pemakaman almarhumah di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tambakromo, Kecamatan Mantingan.

Hamid menuturkan, sesaat sebelum kejadian, Mia Citra diketahui hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kota Bekasi setelah bekerja sebagai customer service di Pandu Logistics Head Offices di kawasan Pulogadung, Jakarta.

“Dia naik KRL tujuan Cikarang. Sempat menelpon ibunya dan memberi kabar keretanya menabrak taksi online,” jelasnya.

Taksi online yang mengalami korsleting listrik di tengah perlintasan kereta, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur disebut sebagai pemicu tabrakan antarkereta.

BACA: Dua Perjalanan Kereta Api dari Madiun ke Jakarta Dibatalkan

Saat itu, KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang dihantam dari belakang oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Badan KA Argo Bromo Anggrek menembus badan KRL hingga membelah gerbong khusus perempuan. Puluhan penumpang yang berada di dalam gerbong itu menjadi korban setelah terhimpit badan kereta. Sejumlah pihak akhirnya melakukan evakuasi terhadap para korban.

Hamid yang juga tinggal di Bekasi bersama keluarganya, termasuk Mia Citra, juga menyaksikan proses evakuasi.

“Anak saya dievakuasi pagi hari, kondisinya sadar. Saya berterima kasih kepada para pihak terkait yang telah mengevakuasi seluruh korban baik yang meninggal maupun selamat,”ungkapnya.