Pengamat Nilai Penurunan Penumpang Pesawat tidak Mutlak Faktor Tiket

Rochman Arief

Senin, 1 April 2019 - 16:38

JATIMNET.COM, Jakarta – Pengamat menilai penurunan volume penumpanga pesawat sepanjang bulan Maret 2019 bukan disebabkan tingginya harta tiket. Seperti diungkapkan pengamat transportasi udara, Alvin Lie bahwa banyak faktor yang menyebabkan turunnya volume penumpang.

“Harga tiket hanya salah satu komponen biaya perjalanan. Komponen lainnya, antara lain mencakup biaya penginapan, biaya makan dan biaya transportasi local,” kata Alvin kepada, Senin 1 April 2019.

Pernyataan tersebut menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 1 April 2019, yang menyebutkan volume penumpang pesawat domestik pada Februari turun mencapai 5,6 juta penumpang atau 15,46 persen disbanding bulan sebelumnya yang mencapai 6,6 juta penumpang.

BACA JUGA: Tarif Angkutan Udara dan Kenaikan Harga Bawang Picu Inflasi

Alvin tidak menampik periode Januari hingga Maret merupakan masa rendah frekuensi perjalanan, bukan hanya perjalanan.

Selain itu, lanjut dia, tidak ada libur panjang kecuali Tahun Baru Imlek ditambah Tol Trans Jawa yang sudah beroperasi. Keduanya memicu penurunan kebutuhan penerbangan dari Jakarta, ke Semarang, Solo, Surabaya maupun ke kota-kota besar lain maupun rute sebaliknya.

Alvin menambahkan sejak Oktober 2018 sebagian besar airline (perusahaan penerbangan) tidak lagi memberlakukan harga fleksibel dalam rentang batas atas dan batas bawah.

BACA JUGA: Penerapan Tiket Batas Bawah tidak Pengaruhi Garuda

Sementara kondisi keuangan maskapai memasang harga mendekati batas atas, meskipun tidak ada maskapai yang melanggar batas atas sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016.

Menurutnya, apabila seseorang ingin bepergian, semahal apapun akan dibayarkan terutama dalam hal mendesak.

“Keputusan untuk bepergian tergantung pada prioritas keperluan. Bila ada kepentingan mendesak, maka akan tetap bepergian dengan memanfaatkan anggaran, bila tidak mampu naik full service, akan pindah ke low cost carrier (LCC) atau jadwal tiket lebih rendah,” kata pria penggemar Liverpool FC itu.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu mengingatkan variabel kenaikan tiket pesawat bisa juga disebabkan faktor lain, tarif hotel misalnya. “Apakah sejak Oktober 2018 mengalami kenaikan atau justru penurunan,” katanya. (ant)

Baca Juga

loading...