Pengamat Dorong Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Jangka Pendek

Rochman Arief

Rabu, 22 Mei 2019 - 18:03

JATIMNET.COM, Jakarta – Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menilai pemerintah harus memperhatikan stabilitas ekonomi jangka pendek. Usulan ini menyikapi pasca pengumuman hasil rekapitulasi nasional pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Melihat dalam satu minggu ini, atau pasca pengumuman KPU, hal yang mengkhawatirkan adalah stabilitas ekonomi jangka pendek, karena ini titik krusial untuk menata ekonomi,” kata Abra, Rabu 22 Mei 2019.

Menurutnya, sepanjang masa-masa transisi sampai pelantikan pemerintahan yang baru akan ditunggu banyak kalangan, terutama investor global.

BACA JGUA: Indikator Makro Ekonomi 2020 Telah Pertimbangkan Risiko

Abra menuturkan, pada pekan lalu, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik (capital outflow) mencapai Rp 11,3 triliun, yang menunjukkan ada kecemasan dan juga kekhawatiran dari investor.

Capital outflow mencapai Rp 11 triliun, dan itu angka yang cukup besar. Di situasi normal, seperti pada 2018 lalu, net sell asing hanya sekitar Rp 50 triliun. Ini dalam waktu satu pekan sudah mencapai Rp 11 triliun, itu cukup mencemaskan,” kata Abra.

Apalagi, dalam dua hari terakhir ini terjadi aksi demo memprotes hasil rekapitulasi KPU yang dinilai dapat menjadi sentimen negatif bagi perekonomian apabila aksi-aksi tersebut cenderung anarkis dan berlarut-larut. Rupiah saat ini sudah menembus di atas Rp 14.500 per dolar Amerika Serikat, salah satunya didorong oleh sentimen dalam negeri.

BACA JGUA: Pakar Desak Pemerintah Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi

“Pergerakan indikator makro terutama pasar modal maupun rupiah, tidak lagi dipengaruhi oleh faktor fundamental, tapi lebih ke faktor krusial dan keamanan. Selama ini pergerakannya karena bisnis, sekarang keamanan jadi faktor utama fluktuasi rupiah dan perkembangan indeks di pasar modal,” lanjut Abra.

Ia berharap, pemerintah melalui aparat keamanan dapat memperketat penjagaan di lokasi strategis, seperti perkantoran, perbelanjaan, pasar, mal, dan bank agar tidak kecolongan oknum tidak bertanggung jawab. Sebab kerusuhan memberi dampat terhadap psikologis pelaku pasar.

“Kami berharap ini prosesnya juga tidak semakin memburuk sehingga transisinya bisa smooth dan pemerintahan mendatang bisa fokus memperbaiki ekonomi sesuai yang ditargetkan,” katanya.

Baca Juga

loading...