JATIMNET.COM, Surabaya – Pengakuan mengejutkan disampaikan pelaku pembuat senjata rakitan soft gun yang ditangkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, 2 November 2018 silam.

Adalah Jhonny Mahendra (35) warga Dusun Krajan, Kelurahan Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang melakukan perakitan soft gun hingga berhasil dijual ke sejumlah kota.

Jhonny mengaku beberapa kali gagal merakit senjata api (senpi) hingga menyebabkan senjatanya tidak berfungsi saat hendak digunakan.

"Saya coba membongkar soft gun rakitan saya, dan mencoba untuk mengubahnya hingga berhasil difungsikan sebagai senjata api rakitan," ucapnya, Rabu 7 November 2018.

Keberhasilannya mengubah soft gun menjadi senjata api rakitan itu dia dapat dari internet. Dalam proses pembuatan tersebut tidak banyak perbedaan antara senjata api rakitan dengan soft gun, dan hal itu yang membuatnya tertarik untuk merakit senpi.

Dari hasil rakitan itu awalnya hanya dijual ke anggota Persatuan Petembak Indonesia (Perbakin), dan mendapat respon. Selanjutnya pria penjual sembako ini mulai memberanikan diri untuk menjual senpi rakitannya ke beberapa kota.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha masih terus menyelidiki pembeli senjata rakitan buatan Jhonny Mahendra. Masalahnya senpi tersebut disita polisi di Bandara Internasional Juanda saat hendak dijual ke luar kota.

"Pelaku mengaku hanya menjual ke sesama anggota Perbakin, tapi temuan di Bandara Juanda, meyakinkan kami bahwa Jhonny juga menjual di luar anggota (Perbakin),” terang Agung Yudha saat dikonfirmasi terpisah.

Agung Yudha juga menjelaskan jika omzet yang didapat Jhonny per unitnya bisa meraup Rp2 juta. Sementara dalam sekali produksi, Jhony bisa menciptakan dua unit senjata rakitan, tergantung pesanan. “Tetapi rata-rata Jhonny menerima satu pesanan senpi rakitan,” pungks Agung Yudha.