Senin, 24 June 2019 05:33 UTC

Sumber Foto: USGS.
JATIMNET.COM, Surabaya – Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi dekat Laut Banda, Senin 24 Juni 2019, dirasakan di sejumlah kawasan Australia Utara.
Berdasarkan laporan dari CNN.com melalui afiliasinya, 9news.com.au, Senin 24 Juni 2019 penduduk kota Darwin, atau sekitar 720 kilometer dari pusat gempa, mengaku bisa merasakan guncangan akibat aktivitas seismik.
Catatan dari BMKG, episenter gempa berada 6,51 Lintang Selatan (LS) dan 129,27 Bujur Timur (BT) dan pada kedalaman 231 kilometer, itu membuat penduduk Darwin berhamburan.
BACA JUGA: Maluku dan Papua Dilanda Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami
Sebuah studio di kota tersebut merasakan getaran pada saat gempa melanda di Laut Banda. Sejumlah penduduk memilih keluar gedung untuk menghindari kemungkinan terburuk. Sejauh ini gempa berkekuatan besar itu tidak menimbulkan tsunami.
Salah satu pekerja di Darwin, Robyn mengatakan tidak ada alarm pada saat guncangan akibat gempa. Namun sejumlah pekerja memilih keluar dari gedung maupun perkantoran saat guncangan selama lima menit itu.
Robyn menambahkan getaran dan guncangan tersebut merupakan yang terkuat, yang pernah dirasakan penduduk Darwin. Namun demikian, pihak kota menegaskan tidak ada penduduk yang mengalami luka-luka.
BACA JUGA: Gempa Guncang Selatan Pulau Jawa
Berdasarkan catatan USGS menyebutkan, gempa tersebut salah satu dari beberapa yang menghantam kepulauan Indonesia. Sedikitnya tercatat sembilan gempa juga mengguncang sisi Indonesia dari pulau Papua.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia dihantam dua gempa bumi tektonik. Gempa pertama terjadi di Mamberamo Raya, Papua gempa magnitudo 6,0 sekitar pukul 08.25 WIB.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,67 LS dan 138,76 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 85 km arah tenggara Kota Burmeso, Kabupaten Memberamo Raya, Papua pada kedalaman 10 km.
