Pendapatan PT Timah Didorong Regulasi Tata Kelola Tambang

Rochman Arief
Rochman Arief

Selasa, 12 Maret 2019 - 11:17

JATIMNET.COM, Pangkalpinang – PT Timah Tbk mencatat pendapatan usaha perseroan selama 2018 sebesar Rp11.050 miliar atau naik 19,88 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2018 kemarin, kontribusi logam timah masih mendominasi dengan 91,88 persen, produk hilir (tin chemical) 3,87 persen, dan rumah sakit 2,19 persen.

“Kami akan mengembangkan bisnis lainnya di luar industri timah, misalnya nikel yang mulai memberikan kontribusinya sehingga sumber pendapatan akan lebih terdiversifikasi di tahun-tahun mendatang," kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Amin Haris Sugiarto, Selasa 12 Maret 2019.

Berdasarkan hasil laporan keuangan konsolidasian sampai akhir 2018 kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 21,85 persen atau menjadi Rp 9.372 miliar.

BACA JUGA: PT Timah Reklamasi Bekas Tambang Seluas 400 Hektar

“Penurunan harga bahan bakar jelang akhir tahun 2018 lalu merupakan angin segar yang berdampak positif terhadap profitabilitas perseroan dalam meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Menurutnya apabila dibandingkan dengan posisi akhir 2017, nilai aktiva perseroan naik 27,30 persen atau menjadi Rp 15,12 triliun dengan nilai kewajiban perseroan naik 47,83 persen menjadi Rp 8,60 triliun, dan nilai ekuitas naik 7,60 persen atau menjadi Rp 6,52 triliun.

Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/ capex) perseroan sampai akhir 2018 sebesar Rp 1.185 miliar yang di antaranya 23,65 persen untuk mesin dan instalasi, 14,33 persen untuk peralatan eksplorasi, penambangan, dan produksi.

BACA JUGA: BSI Targetkan Produksi Dua Kali Lipat Tahun Depan

“Sisa belanja modal perusahaan untuk pembelian tanah, bangunan, peralatan pengangkutan, peralatan kantor, dan perumahan, sedangkan aset dalam penyelesaian,” katanya.

Ia mengatakan pendapatan usaha PT Timah Tbk ini tidak lepas dari semakin membaiknya kinerja dan tata kelola pertimahan di Indonesia. Terutama dukungan regulasi pemerintah terkait penertiban penambangan ilegal dan kewajiban pelaporan neraca cadangan yang teriverifikasi competent person yang bersertifikasi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi).

Alhamdulillah tata kelola pertimahan semakin membaik, sehingga produksi bijih timah 2018 juga meningkat dan mencapai 44.514 ton atau naik 42,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang terdata 31.178 ton,” kata Amin. (ant)

Baca Juga

loading...